Wednesday, 13 July 2016

Didampingi Yusril Koto, Pak Ikup gugat lahan yang tengah dikuasai Limin

Ketua LSM Barelang, Yusril Koto. SE.

Batam, Dinamika Kepri - Bapak Ikup sehari-hari dipanggil pak Pendek penyandang buta aksara didampingi Ketua LSM Barelang Yusril Koto melalui Kantor Hukum Siringo-ringo & Partners, Selasa (12/7/2016) mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Batam.

Gugatan tercatat dengan nomor  171/PDTG/2016/PN BTM itu terkait tanah seluas 5000 m2 lokasi di Dapur 12 Pantai  RT 002 RW 009 Kelurahan Sungai Pelunggut Kecamatan Sagulung milik pak Pendek sejak 4 tahun lalu hingga sekarang dikuasi oleh Limin pengusaha BBM Solar yang digunakan sebagai lokasi tambat, perbaikan kapal dan tug boat, serta gudang dan aktivitas bongkar BBM Solar ilegal.

Aktivitas BBM solar illegal itu pada tanggal 14 Juni 2016 malam  digerebek Satreskrim Polresta Barelang bersamaan dengan itu  ikut pula diamankan sebanyak sembilan orang terduga pelaku dan disita 2 unit kapal tug boat dan kapal tanker.

Awalnya lokasi tanah itu merupakan usaha tambak kepiting yang dikelola oleh pak Pendek kemudian dirusak tanpa ganti rugi. Di lokasi itu  terdapat pula keramba tancap yang  ditunjukkan oleh bukti surat Tanda Pencatatan Kegiatan Perikanan Dinas Kelautan, Perikanan Dan Pertanian Kota Batam tanggal 23 April 2002.

Lokasi itu termasuk di dalam lokasi tanah seluas 80.000 m2 yang dikuasai sejak tahun 1960 oleh almarhum Bapak Manaf orang tuanya sesuai bukti surat tertanggal 8 Juli 1990 yang diketahui Muchsin Kepala Desa Pulau Buluh waktu itu.

Selama itu cukup banyak teror dan intimidasi yang dirasakan pak Pendek agar dirinya  sebagai ahli waris sesuai bukti surat tertanggal 8 Juli 1990 yang diketahui Muchsin Kepala Desa Pulau Buluh waktu itu.

Yusril juga menjelaskan, kasus tanah itu sampai bergulir di PN Batam mengingat ada pihak lain bernama Nurjanah mengaku sebagai pemilik tanah itu yang disinyalir sudah dijual kepada Limin.

Namun dari copy surat tanah yang dipegang Nurjanah. Pihaknya merasa yakin diduga kuat Nurjanah telah merekayasa surat untuk menguasai tanah itu mengingat di dalam surat pernyataan tertanggal 21 Juni 1996 yang dibuat Nurjanah berumur 40 tahun memperoleh tanah seluias 5000 m2 dari usaha sendiri pada tahun 1970. Surat pernyataan yang dibuat Nurjanah itu juga diketahui Muchsin, Kepala Desa Pulau Buluh waktu itu.

Petunjuk adanya rekayasa surat pernyataan yang dibuat Nurjanah itu diterangkan oleh kondisi Nurjanah pada tahun 1970 saat memperoleh tanah seluas 5000 m2 dari usaha sendiri berumur 14 tahun adalah sebagai orang yang belum dewasa yang tidak cakap melakukan perbuatan hukum, tegas Yusril.

Ditambahkan Yusril, selain orang-orang tua yang masih hidup sebagai saksi yang mengetahui sejarah lokasi tanah itu juga petunjuk lain bahwa pihaknya sangat meyakini tanah itu merupakan milik pak Pendek sebagai ahli waris adalah batas-batas tanah yang disebutkan di dalam surat pernyataan yang dibuat oleh Nurjanah itu bukanlah yang dimaksud tanah seluas 5000 m2 yang saat ini dikuasi oleh Limin.

Dalam surat gugatan tangal 12 Juli 2016 yang disampaikan Palti Siringo-ringo, SH selaku kuasa hukum pak Pendek itu selain Nurjanah sebagai Tergugat I juga diminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Batam agar  Limin sebagai tergugat II selain dituntut  membayar kerugian materiil akibat kerusakan tambak kepiting dan kermba tancap juga Limin diminta untuk mengosongkan lokasi tanah tersebut dari semua kegiatan.(Ril)


Editor : Agus Budi T