Saturday, 25 June 2016

Pencairan dana KIP ditolak BRI, Warga Pulau jadi korban, Yusril Koto SE : Walikota Batam hendaknya dapat peduli

Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Masyarakat Pulau yang hendak mencairkan Kartu Indonesia Pintar

Batam, Dinamika Kepri - Puluhan warga yang berasal dari beberapa pulau-pulau di Batam, diantaranya Pulau Labuh, Pulau Air, Selat Nenek  bahkan ada dari Pulau Jalo. Jumat, (24/6/2016) datang ke Batam untuk mendapatkan pencairan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) di BRI yang sebelumnya ditunjuk oleh pemerintah. Namun warga sudah yang jauh-jauh datang ke Batam ini tidak tercapai, pasalnya pihak Bank menolak harapan mereka tampa alasan yang jelas. Akibatnya warga miskin yang datan dari pulau-pulau itu balik kanan serta merasa kecewa yang begitu mendalam. Padahal semua persyaratan yang diperlukan sudah dilengkapi. namun di tolak, BRI memang luar biasa.

Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP, atau yang berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan bagian penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejak akhir 2014.

Jumlah bantuan itu deberikan per semester/6 bulan, antara lain: SD/MI/Diniyah Formal Ula/SDTK, Pondok Pesantren (santri hanya mengaji usia 7-12 thn), Kejar Paket A/PPS Wajar Dikdas Ula Rp.225.000, SMP/MTS/Diniyah Formal Wustha/SMPTK, Pondok Pesantren (Santri hanya mengaji usia 13-15 thn), Kejar Paket B/PPS Wajar Dikdas Wustha Rp.375.000, SMA/SMK/MA/Diniyah Formal Ulya/Muadalah/SMTK/SMAK, Pondok Pesantren (santri hanya mengaji usia 16-18 thn), Kejar Paket C/PMU Ulya/Lembaga pelatihan/kursus Rp.500.000 dan Bea Siswa Miskin dari Pemko Batam sebesar Rp.450.000
Namun, sesak didada dirasakan oleh warga. Betapa tidak,  mereka sudah bersusah untuk datang ke BRI cabang Fanindo, BRI cabang Aviari dan BRI cabang Pasar Melayu.

Padahal untuk mencapai kantor BRI itu mereka mesti menggunakan boat pancung ke darat pulau sekitar dan kemudian mereka teruskan ada yang menggunakan ojek dan taksi.Tapi apa lacur, walau teriak histeris dan umpatan mereka lontarkan tetapa saja petugas BRI menahan dan tidak mencairkannya.

Kendati syarat sudah dilengkapi warga, Malah seenak parutnya Petugas BRI beralasan, katanya warga harus membawa anaknya yang sekolah, dan alasan lainnya lagi karena warga penerima dana KIP terlalu banyak kumpul untuk mengantri sehingga membuat petugas BRI tersebut jadi kebingungan.

Parahnya lagi, warga sudah membawa persyaratan yang diminta seperti: KTP/KK. Akta Kelahiran, Surat Keterangan Sekolah,  Kartu Pelajar dan Rapot, bahkan diantra warga ada yang sudah 2 hingga 3 kali datang tetap saja hingga kini belum dicairkan.

Yang membuat warga histeris, ada beberapa mereka sudah mengeluarkan dana buat ongkos bahkan dengan berhutang sebesar Rp. 400.000, tapi diharap dana KIP sebesar Rp.225.000 tidak juga cair.

Maka dengan adanya hal semacam ini, Ketua LSM Barelang Batam, Yusri Koto SE, yang turun langsung melihat aksi kekejaman dari penolakkan pihak Bank tersebut, meminta agar Walikota Batam, Muhammad Rudi SE, hendaknya dapat peduli kepada warga pulau  terkait pencairan dana KIP tersebut dan dapat segera terbantu.

" Melihat hal ini, Walikota Batam, harusnya dapat peduli kepada warga pulau ini, sebab mereka datang dari jauh dengan biaya yang mahal, ditolak oleh pihak Bank lagi.apalagi penolakkan ini sudah yang ke sekian kali." kata Yusril dengan wajah miris.

Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah kota Batam, juga dapat  menempatkan petugas BRI ditempat- tempat tertentu agar warga pulau dapat lebih dekat menjangkau untuk mencairkannya tampa harus mengeluarkan biaya ongkos yang  lebih mahal.(Ag)


Editor : Agus Budi T