Friday, 24 June 2016

Usai sidang, Roli menjerit histeris : Saya di fitnah, Mendingan saya ditembak mati dari pada di penjara

Roli saat bersama kuasa hukumnya di sel tahan pengadilan.
Batam, Dinamika Kepri - Sidang kasus Narkoba Jenis sabu yang melibatkan seorang oknum anggota Polisi dari Polda Kepri, yang bernama Roli Bin Afrizal (28), Kamis (23/6/2016) digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Batam guna mendengarkan putusan dari hakim, Namun sidang tersebut ditunda sampai minggu depan.

Roli bin Afrizal alias Rolli, pada hari Minggu tanggal 23 September 2015 lalu,  ditangkap atau diminta ikut (dijemput) oleh Satuan Narkoba Polda Kepri sekitar Pukul 23.00 WIB Puri Legenda Blok A 10 No. 04 Kel. Baloi Permai Kec. Batam Kota. Dalam penggeledahan terdakwa ini, sebelumnya Polisi berhasil menemukan Narkoba jenis sebanyak 174,9 gram sabu.

Sedangkan temannya yang bernama Endang Erawati Ningsih juga ditangkap di hari yang sama di rumahnya. Endang diamankan Polisi setelah berhasil menemukan barang bukti berupa Narkotika jenis Sabu sebanyak 15 gram di dalam tasnya.

Dalam perkara ini, Roli di jerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dan Subsider terdakwa melanggar pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor.35 tahun 2009 tentang Narkotika. dengan hukuman 15 Tahun Penjara dan denda Rp 3 Miliar.

Mengetahui dirinya akan di vonis selama itu, Usai sidang ditunda dan masih dirungan sidang, terdakwa ini merengek tidak terima kepada penasehat hukumnya. Dan bukan sampai disitu saja, saat di sel tahanan pengadilan, Roli juga berteriak kepada kuasa hukumnya. Dan memenangkan hatinya, kuasa hukumnya itu berjanji akan melakukan banding.

Namun Roli tetap berteriak, Ia mengatakan kepada kuasa hukumnya lagi bahwa dirinya tidak terima karena telah di fitnah. ia juga mengatakan mendingan dirinya ditembak mati saja daripada harus mendekam dipenjara.

" Sudah jelas-jelas saya ditipunya, saya tidak terima, dia tahu itu. mereka yang diluan masuk kerumah. ini tidak adil, jangan gara-gara dia makan uang pemilu dan saya jadi saksi dia, jadi saya dipenjara, Fitnah, saya tidak terima ini, mendingan saya mati ditembak sekalian dari pada saya dipenjara." kata Roli menangis kepada kuasa hukumnya dihadapan banyak wartawan.

Namun awak media tidak tahu siapa orang yang dimaksudnya dengan kata 'dia' tersebut. pasalnya ia tidak menyebutkan siapa nama yang dimaksudkannya.(Cn)

Editor : Agus Budi T