Thursday, 23 June 2016

Untuk menjaga diri dari penularan HIV Aids, Ini pesan Ketua Fomba untuk anda

Dinda, Ketua Forum Masyarakat Batam (Fomba) Peduli Hiv Aids kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Batam adalah daerah strategis yakni pulau yang berhubungan dan berhadapan lansung dengan 3 Negara, yaitu Indonesia, Singapura dan Malaysia. Indonesia terkenal dengan budaya korupsinya, Singapura dengan Apek-apeknya, sedangkan Malaysia tempatnya para kurir narkoba dari Batam mengambil pesanan, Pasalnya setiap sidang perkara  kasus Narkoba di Pengadilan Negeri Batam, Pelakunya selalu mengaku Narkoba jenis sabu yang dibawanya, selalu dari Malaysia.

Batam, Bila tabah akan menang, Batam, banyak anak tapi ayahnya mana. begitulah kata slogan yang kebanyakan orang-orang menyebutnya. Kendati Mottonya Batam Menuju Bandar Madani, namun kenyataannya bukan itu, yang ada Bandar judi, bandar prostitusi, bandar BBM Ilegal dan Bandar Narkoba.

Akibatnya dunia malam di Batam menjadi semarak, Beruforia, apalagi dunia malamnya begitu eksotis, automatis Penularan penyakit HIV Aids juga ikut merebak dikalangan masyarakat. penderitanya bukan hanya dikalangan tertentu saja, namun sudah mewabah hingga kepada ibu-ibu rumah tangga akibat tertular dari suaminya yang doyan jajan diluaran. Ironisnya jika ibu sudah tertular, tentu ke anaknya juga akan menular.

Baca berita sebelumnya : Pengidap penyakit Hiv Aids di Kota Batam saat ini ditingkat mengkwatirkan, Dinda : Penderitanya kebanyakan Ibu rumah tangga

"Pengidap penyakit penularan HIV Aids di Kota Batam, sudah sangat mengkwatirkan, saat ini penderitanya kebanyakan ibu-ibu rumah tangga. Untuk data statiknya, Batam adalah  kota penderita  penularan HIV Aids terbesar di Indonesia. di tahun 2015 saja, penderita yang jujur mencapai 641 orang. Yang tidak jujur mungkin lebih dari itu.Untuk tahun 2016 ini, kemungkinan jumlahnya akan meningkat lagi." kata Dinda, Ketua Forum masyarakat Batam (Fomba) Peduli HIV Aids kota Batam, kepada media ini beberapa hari lalu.

Kata dia, penularan penyakit mematikan ini dapat  dapat di minimaliskan atau dihindari dengan cara, setia kepada pasangan, selalu menggunakan pelindung (Kondom), hindari menggunakan alat suntik secara bergantian.

Jika memiliki luka pada tubuh, seperti ditangan, jangan sesekali menyentuh orang yang terluka, apalagi mengeluarkan darah, contohnya seperti ingin menolong orang yang mengalami kecelakaan di jalan raya yang berlumuran darah, dan jika tidak memakai sarung tangan, jangan pernah menyentuhnya. Pasalnya tidak bisa di pastikan, apakah orang yang kecelakaan tersebut positif atau negatif dari penyakit mematikan ini. Takutnya darahnya mengenai luka ditangan anda. Penularan HIV Aids bukan hanya dari hubungan Sex atau dari Jarum suntik saja, namun dari luka juga sangat rentan apabila cairan penderita mengenai luka orang lain. kalau dari pori-pori, kecil kemungkinannya, tambah dia.

Pesannya, untuk mencegah meningkatnya penularan penyakit Hiv Aids, Dinda juga berharap agar masyarakat dapat memperhatikan atau menggunakan ke 5 sistem ini yakni,


  • 1. Abstein to say yaitu, jangan berhubungan badan jika tidak dengan istri.
  • 2. By Full, setia kepada pasangan.
  • 3. Kondom, Gunakan kondom jika suka jajan, icip-icip diluaran
  • 4. No Drug, Jangan menggunakan alat jarum suntik dengan sembarangan maupun secara bergatian.
  • 5. Edukasi, atau bersosialisasi untuk mendapatkan informasi agar tetap terhindar penyakit.


Editor : Agus Budi T