Tuesday, 14 June 2016

Takut bangkrut, Toko penjual buku dan perlengkapan Kantor di Harbour Bay, Pilih hengkang ke Tanjung Pinang


Batam, Dinamika Kepri- Ditengah sibuknya Para pejabat Kepri khusus Batam diduga sedang mengurusi kepentingannya masing-masing pada kandidat Cagub  Kepri saat ini. Sektor iklim Ekonomi jadi terabaikan, akibatnya banyak Pebinis di Batam memilih hengkang meninggalkan Batam, Kata mereka (pengusaha=red) bahwa Batam saat ini sudah tidak ada masa depannya lagi.

Batam, Bila Tabah akan Menang, Batam, Banyak Anak Tapi Ayahnya Mana. Demikianlah orang-orang mengatakan arti dari kepanjangan tulisan ' Batam'. Selain itu slogannya yang aduh hai.. " Batam Menuju Bandar Dunia Madani" Namun pada keyataannya tidak, diduga Batam kebanyakan Bandar Narkobanya. sehingga para hakim di Pengadilan Negeri (PN) terksesan bosan mengadili perkara kasus narkoba setiap harinya.

Sektor Ekonomi terabaikan, salah satunya yakni Toko Perlengkapan Kantor, toko 'Karisma' di Harbour Bay yang sudah ada sejak Mall itu dibuka, toko ini sudah memulai usahannya, namun pada Senin (13/6/2016) pengusahanya memilih hengkang Ke Tanjung Pinang. katanya , kalau dipertahankan bisa bangkrut.

"Ya..kami akan pindah Ke Tangjung Pinang, karena disana prospeknya lebih baik daripada disini, kalau disini sepi, kalau dipertahankan pun tak ada artinya, takutnya malah bangkrut, sedangkan biaya opresianya cukup mahal," Kata Sadakin HRD Toko Karisma ini kepada media.

Pantuan media ini di Harbour Bay Mall, suasananya cukup sepi, selain itu toko yang menyewa tempat bisa dihitung dengan jari yang mana persentasenya hanya 10% dari yang ada. pengunjungnya juga sepi. adapun pengunjung yang datang, terlihat hanya ingin menonton ke bioskop yang ada di lantai 3.

Dari sekian banyaknya pusat perbelajaan (Mall) yang tersebar di kota Batam, saat ini yang bisa bertahan dan ramai pengunjung yakni antara lain, Nagoya Hill, Avava Mall, Panbil Mall, Kepri Mall, BCS Mall DC Mall,  dan Mega Mall, Yang lainnya kini mulai berangsur ditinggalkan oleh para penyewanya karena sepi. Selain itu semua ini diduga berdampak karena terlalu mudahnya pemerintah kota Batam mengeluarkan Izin Pembuatan usaha Mall di kota Batam.(Ag)

Editor : Agus Budi T