Tuesday, 21 June 2016

Pengidap penyakit Hiv Aids di Kota Batam saat ini ditingkat mengkwatirkan, Dinda : Penderitanya kebanyakan Ibu rumah tangga

Dinda, Ketua Forum Masyarakat Batam (Fomba) Peduli Hiv Aids.

Batam, Dinamika Kepri - Wah.. Batam sudah sangat mengerikan, ternyata Kota Batam adalah kota yang mendapat rating tertinggi yang memiliki jumlah terbanyak pengidap penyakit Hiv Aids dari kota-kota lainnya diseluruh indonesia. Dimana pada tahun 2015, pengidap yang terdeteksi mencapai 641 orang.

"Tahun 2015 lalu, pengidap yang terdeteksi di Batam mencapai 641 orang, itu yang terdeteksi saja, karena sebagian orang, ada yang tidak mau memeriksakan dirinya, karena mereka takut jika penyakitnya akan diketahui orang lain apalagi penyakit seperti ini. Dan tidak menutupi kemungkinannya bahwa jumlah yang tidak diketahui tersebut akan lebih besar dari jumlah yang terdeteksi,  Untuk tahun 2016 ini, jumlahnya belum ada karena perhitungannya diakumulasikan 1 tahun sekali. Namun menurut sepengetahuan kami untuk saat ini, jumlahnya terus meningkat dari sebelumnya, kalau penderitanya saat ini, kebanyakan dari ibu rumah tangga, kalau penularannya kemungkinan dari suaminya. diduga suaminya suka jajan, celup sana, celup sini." kata Dinda, Ketua Forum Masyarakat Batam (Fomba) Peduli Hiv Aids, kepada media ini diselang waktunya. Senin (20/6/2016).

Selain itu, Dinda juga menyebutkan bahwa perhatian pemerintah kota Batam tentang hal ini, sangat minim, bahkan nyaris tidak diperdulikan sama sekali. sehingga penyebaran penyakit mematikan di dunia ini, terus berkembang biak di palau Batam, Provinsi Kepri.

Jumlah pengidap penyakit Hiv Aids di Kota Batam terus meningkat hingga ditingkat mengkhatirkan, mengapa itu terjadi? pasalnya kesadaran hidup sehat bagi setiap individunya sangat minim. seperti yang diunggkapkan Dinda, banyak pria beristri di Batam suka jajan diluaran, celub sana, celub sini. dengan sembarangan tampa memikirkan dampak yang ditimbulkannya.

Kata Dinda, Penyakit Hiv Aids sampai saat ini belum ada obatnya, namun jika sipenderita dalam pengawasan, setidaknya bisa lebih lama bertahan hidup karena akan di perhatikan diberikan obat sebagai stimulannya dan tidak dipungut biaya. Selain itu tidak perlu diragukan, jati diri setiap penderitanya juga di rahasiakan.

Untuk mencegah meningkatnya penularan penyakit Hiv Aids, Dinda juga berharap agar masyarakat dapat memperhatikan atau menggunakan ke 5 sistem ini yakni,


  • 1. Abstein to say yaitu, jangan berhubungan badan jika tidak dengan istri.
  • 2. By Full, setia kepada pasangan.
  • 3. Kondom, Gunakan kondom jika suka jajan, icip-icip diluaran
  • 4. No Drug, Jangan menggunakan alat jarum suntik dengan sembarangan maupun secara bergatian.
  • 5. Edukasi, atau bersosialisasi untuk mendapatkan informasi agar tetap terhindar penyakit.


Ternyata, selama 3 tahun Dinda bergelut di peduli Hiv Aids  kota Batam bersama Timnya, selama itu pula biaya operasi mereka, tanggung sendiri tampa ada bantuan dari pihak manapun. walau demikian kondisinya, Namun Ia dan bersama timnya, tidak pernah mengeluhkannya. kata dia " Itulah namanya bersosial, dan kita memang murni sosial." ucapnya mengakhiri. (Ag)

Editor : Agus Budi T