Wednesday, 29 June 2016

Pemindahan pelabuhan Pelni ke Batu Ampar sangat dikeluhkan para Porter, Katanya pandapatan menurun dratis

KM. Kelud
KM. Kelud
Batam, Dinamika Kepri - Pemindahan Pelabuhan Pelni ke pelabuhan Batu Ampar sejak hari Jumat (24/6/2016) lalu, ternyata telah menimbulkan dilema tersendiri dikalangan para buruh angkut barang (Porter) khusus kapal Pelni di Batam, selain pendapatan berkurang dratis jarak tempuh dari tempat mereka tinggal, katanya begitu jauh.

Kepada media ini, Rabu (29/6/2016) mereka menuturkan katanya, selain jarak tempuhnya yang begitu jauh, hasil yang mereka dapatkan juga tidak sesaui lagi dengan apa diharapkan seperti sebelumnya di ketika saat di Pelabuhan Beton Sekupang.

"Jelas kami sangat mengeluhkan perpindahan ini, karena jarak tempuhnya begitu jauh dari tempat kami tinggal, sementara kami para porter rata-rata kesemuanya tinggal di daerah Sekupang, selain itu perhatian pihak pengelola pelabuhan yang baru terhadap kami,  juga sangat minim karena mereka membuat bus angkutan penumpang dari pintu masuk ke pelabuhan, akibatnya tidak ada lagi penumpang yang menggunakan jasa porter maka omset pendapat para porter jadi berkurang. kendati demikian, dan apa boleh buat, kami tetap mendukungnya." Ujar salah satu porter dengan wajah sedih.

Pada hari Jumat, (24/6/2016) lalu, pantuan media ini tampaknya para porter semakin terlihat tertib pasalnya mereka telah membuat sistem pembagian kerja bagian bawah dan bagian atas, maksudnya sebagian porter mengangkut barang yang naik dan sebagian lagi mengangkut barang penumpang yang turun dari kapal.

Tidak seperti dahulu saat di pelabuhan Beton Sekupang, mereka (Porter=red) bekerja masing- masing, berebutan hingga kerap terjadi kegaduhan. kini tidak lagi, walau jumlah mereka lebih dari 200 porter, mereka tampak lebih terkordinir setelah melakukan sistem bagi hasil.

Namun hasil kuli angkut yang mereka harapkan tidak lagi seperti sebelumnya saat di pelabuhan beton Sekupang. kata ketua Porter Pelabuhan Pelni, atau yang lebih dikenal sebutan Pak Tika Sihombing mengatakan, penghasilan Porter sejak di pelabuhan yang baru saat ini (Batu Ampar=red) menurun dratis, ucapnya, yang biasanya bisa mengantongi Rp 120 ribu per orang/ persekali masuk kapal, kini Rp 80 ribu pun sulit untuk di dapat.

''Penghasilan kami para porter Kapal Pelni saat ini memang menurun dratis yakni semenjak kapal Pelni sandarnya dialihkan ke pelabuhan Batu Ampar, Apalagi pihak pengelola pelabuhan mengoperasikan bus pengangkut penumpang dari pintu masuk pelabuhan, tentu hal itu sangat berpengaruh pada hasil omset para porter. Namun untuk sementara ini kami juga tidak begitu mempermasalahkannya, mengingat saat ini di bulan puasa dan akan menjelang Lebaran, tentu kita juga harus menjaga bagaimana agar selalu terciptanya kondisi yang aman khususnya buat kenyamanan para penumpang. jadi itu saja, kita juga sabar-sabar saja, sebab pengalihan ini hanya 1 tahun saja dan akan kembali lagi ke Sekupang setelah pelabuhan beton Sekupang di benahi. Masalah penghasilan porter, memang yang biasanya bisa mengantongi Rp 120 ribu per orang, persekali masuk kapal saat di pelabuhan Beton Sekupang, kini Rp 80 ribu pun sulit untuk di dapat.'' terang Pak Tika Sihombing.(Ag)

Editor : Agus Budi T