Tuesday, 14 June 2016

Melalui rekaman CCTV bandara, Pelaku pembuang orok ini, Berhasil ditangkap polisi

Ini orok yang dibuang ornatuanya di toilet bandara Hang Nadim, Batam, dan ditemukan Polisi pada Minggu, (12/6/2016).

Batam, Dinamika Kepri- Dengan adanya penemuan orok bayi di toilet bandara, Hang Nadim, Batam, pada minggu, (12/6/2016) kemarin, tim identivikasi Polresta Barelang dan polsek bandara, langsung melakukan penyelidikan melalui CCTV milik bandara internasional itu. Makan dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengungkap pelaku pembuang orok bandara yakni pelakunya merupakan 2 orang pria dan wanita yaitu pasangan muda kekasih gelap yang bekerja dilingkungan bandara.

Ternyata ibu si orok  bekerja disalah satu rumah makan dikawasan bandara yakni yang wanita berinisial SW dan seorang pria pekerja parkiran bandara berinisial IM. Lalu tidak menunggu lama, Pasangan pembuang orok yang masih berumur 4 bulan itupun langsung ditangkap polisi ditempat yang tempat yang berbeda.

Pelaku SW adalah  merupakan orang tua dari orok berhasil ditangkap petugas  dikos-kosannya dikawasan Nongsa, Batam. Sedangkan IM, pacarnya, ditangkap dilokasi tempat ia bekerja dikawasan parkiran bandara Hang Nadim Batam.

Terungkapnya pelaku kasus pembuang orok ini dimana setelah polisi melakukan pemantauan terhadap CCTV yang ada dibandara dan memeriksa sejumlah saksi yang ada. Sehingga petugas dengan cepat dan langsung mengamankan kedua tersangka ini. Diduga janin bayi tak berdosa itu merupakan hasil hubungan gelap pasangan tersebut.

Dalam kasus ini, Polisi menyita barang bukti berupa, satu bungkus ragi tapai, satu bungkus merica, 2 botol sprite, celana dalam wanita, celana pendek, dan baju kaos omblong.

Ujar  Akp Aryo Prasetio, Wakasat Reskrim Polresta Barelang kepada media, Senin (13/6/2016) katanya,  dari hasil perbuatan kedua pelaku ini, keduanya  akan dijerat, pasal 77a UU RI nomor  35 tahun 2014  tentang  perubahan terhadap  UU RI  nomor 23  tahun 2002 tentang perlindungan anak jounto pasal 56 KHUP dengan ancaman 10 tahun kurungan penjara.(Ln)


Editor : Agus Budi T