Saturday, 18 June 2016

Ketahui, Ini 15 Tips sehat saat mudik dari Menkes.RI, Dr. Nila Farid Moeloek, Untuk anda

Dinamika Kepri - Tradisi mudik jelang hari raya menyebabkan adanya penumpukan penumpang di Terminal, Bandara, Pelabuhan, Jalan raya dan tempat-tempat tertentu yang berada di jalur mudik angkutan lebaran. Peningkatan jumlah pemudik meningkatkan pula potensi terjadinya kecelakaan serta masalah kesehatan, seperti keracunan makanan, kambuhnya penyakit yang diderita, dan lain sebagainya.

Potensi kecelakaan dan masalah kesehatan saat mudik sebenarnya bisa dicegah. Ingatlah 15 pesan berikut agar mudik tetap sehat, aman dan selamat, tutur Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta (16/6).

Berikut ini adalah 15 Pesan Tips Mudik Sehat, Aman dan Selamat yang ditujukan kepada pemudik, pengemudi dan masyarakat umum:

1) Siapkan fisik  yang sehat dan prima sebelum mudik
2) Periksa kondisi kelayakan kendaraan
3) Tidak meminum obat-obatan atau minuman yang menyebabkan kantuk sebelum dan selama mengemudi 4) Beristirahat selama 15 menit setiap telah mengemudi selama 4 jam
5) Jangan paksakan mengemudi bila sudah lelah atau mengantuk
6) Disiplin dan patuh rambu lalu lintas
7) Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalanan rusak, bergelombang, saat hujan, dan cuaca buruk
8) Kendaraan tidak melebihi muatan yang layak
9) Gunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara
10) Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal
11) Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan
12) Konsumsi makanan dan minuman yang sehat
13) Buanglah sampah pada tempatnya
14) Tidak buang air kecil/besar sembarangan, gunakan toilet yang tersedia
15) Dan bila sakit, manfaatkan pos kesehatan terdekat.

Mengutip data Posko Operasi Ketupat tahun 2015 (Korlantas Polri) telah terjadi penurunan kejadian kecelakaan saat mudik lebaran tahun 2014 dan 2015, dari 3337 kasus kecelakaan (2014) menjadi 3048 kasus kecelakaan (2015), dengan jumlah kematian 722 kasus (2014) menjadi 646 kasus (2015).

Sumber : depkes.go.id