Saturday, 11 June 2016

Kenaikan tarif listrik dinilai tidak sah menurut aturan, 3 Aktivis LSM di Batam akan menggugatnya

Yusril Koto SE
Ketua LSM Balerang, Yusril Koto. SE


Batam, Dinamika Kepri - PT PLN Brigt Batam sebelumnya telah mengajukan kenaikan listrik kelas rumah tangga yakni dari Rp 900 per Kwh menjadi Rp1.325 per Kwh kepada Gubernur Kepulauan Riau.

Direktur Utama PLN Batam Dadan Koerniadipoera, pada Kamis (26/05/2016) lalu menyatakan, bahwa  penyesuaian tarif perlu dilakukan untuk menutupi biaya belanja bahan bakar PLN Batam yang mana saat ini masih menggunakan Kurs mata uang dolar dan itu telah di setujui oleh gubernur Kepri.

Tidak terima atas keputusan itu, maka pada Sabtu, (11/6/2016), 3 Aktivis LSM Batam (Yusril Koto, Ahadi R Hutasohit dan Fachry Agusta) akan SIAPKAN GUGATAN dengan TUNTUTAN menyatakan, batal atau tidak sah Keputusan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Tentang Kenaikan Tarif Listrik PT. PLN Batam itu dan mewajibkan tergugat mencabut Keputusan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau  Tentang Kenaikan Tarif  Listrik PT. PLN Batam.

Selain itu, surat Keputusan Gubernur tersebut dinilai sangat bertentangan dengan Undang -Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Peraturan Walikota Batam Nomor 40 Tahun 2012 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT. Pelayanan Listrik Nasional Batam, Peraturan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nomor 38 Tahun 2015 TENTANG TARIF TENAGA LISTRIK YANG DISEDIAKAN OLEH PT PELAYANAN LISTRIK NASIONAL BATAM.

Apalagi saat ini, tingkat inflasi pada Mei 2016 menurun dengan index 3,33% dibandingkan index pada mei 2015 mencapai 7,15%.  Dan mutu pelayanan PT. PLN Batam juga masih bobrok.

Dan lagi, kini nilai rupiah juga telah menguat terhadap dollar Amerika, jika dihitung sejak awal tahun, rupiah masih menguat 2,4 persen. Mulai Selasa (5/1/2016)lalu, harga bahan bakar minyak (BBM) juga ikut diturunkan.

Selain itu juga, pungutan dana ketahanan energi yang tadinya akan diberlakukan pun ditunda. Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto sebelumnya juga mengatakan, harga solar akan turun dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.650, ujar Yusril Koto. SE. (Ag)



Editor : Agus Budi T