Thursday, 9 June 2016

Ini data rinci pelaporan Yusril Koto, SE terkait Alkes RSUD Embung Fatimah ke Dirkrimsus Polda Kepri

RSUD Embung Fatimah
RSUD Embung Fatimah.
Batam, Dinamika Kepri - Ini data rinci pelaporan Yusril Koto, SE terkait Alkes RSUD Embung Fatimah ke Dirkrimsus Polda Kepri pada tanggal 20 Mei 2016 lalu. demikian isinya, Saya yang bertanda tangan, Yusril Koto, SE, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Reformasi Gemilang (LSM – BARELANG) Kota Batam. Alamat:  Perumahan Cluster Marbella Residence Blok C2 No. 27 RT 01 RW 39 Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota, Batam - Provinsi Kepulauan Riau HP. 08136456XXXX, selanjutnya disebut pelapor.

Menyusul laporan Pengaduan LSM BARELANG terdahulu dengan Nomor: 001/LSM Barelang/VII/2012 tertanggal 16 Juli 2012 kepada Dirkrimsus Kepolisian Daerah Provinsi Kepulau Riau perihal laporan pengaduan dugaan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang dengan motif memperkaya diri sendiri dan kelompok dalam Pengadaan Alat-Alat Kesehatan/Kedokteran RSUD Eambung Fatimah Kota Batam yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Dengan ini para pelapor melaporkan :

1. Drg. Fadillah Ratna Dumilla Mallarangan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
2. Suhadi, Direktur/Komisaris/Pengusaha PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana sebagai Pemenang Lelang
3. Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah Kota Batam
4. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang
5. Ketua Panitia Lelang
 

Selanjutnya disebut sebagai terlapor.

Adapun yang menjadi  objek perkara dalam laporan pengaduan Pelapor adalah:
Dugaan korupsi pengadaan alat –alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, dana belanja yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2012 dengan total nilai Rp. 39.298.450.000, dengan perincian sebagai berikut:

1.Pengadaan Alat-Alat Rawat Inap dan Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Kamar Mayat RSUD Batam APBD 2012 Pagu Rp 7.400.000.000. Nama Pemenang PT. MITRA BINA MEDIKA Alamat Komplek First City Blok 2 Lt2 # B2-07 Batam Centre, Komplek Permata Niaga Blok B1 No 1 Sukajadi NPWP 02.795.952.7-217.000 Harga Penawaran Rp. 7.092.450.000 (pengumuman pascakualifikasi 27 April  2012 – 05 Mei  2012, pengumuman pemenang 28 Mei 2012, penandatanganan kontrak 06 Juni 2012 – 12 Juni 2012).

2.Pengadaan Alat-Alat Kedokteran dan Peralatan Pusat Sterilisasi  (CSSD) RSUD Batam APBD 2012 Pagu  Rp 4.000.000.000 Nama Pemenang PT. BINA KARYA SARANA Alamat Komplek Ruko Eccelent Blok B No.11 Kel.Teluktering Kec. Batam Kota NPWP 03.006.574.2-217.000 Harga Penawaran Rp. 3.400.000.000,00 (pengumuman pemenang 28 Mei 2012 – 28 Mei 2012, penandatanganan kontrak 06 Juni 2012 – 13 Juni 2012). DIBATALKAN

3.Pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Radiologi) RSUD APBD 2012 Pagu Rp 15.000.000.000. Nama Pemenang PT. BINA KARYA SARANA  Alamat Komplek Ruko Eecelent Blok B No. 11 Kel. Teluk Tering Kec. Batam Kota NPWP 03.006.574.2-217.000 Harga Penawaran Rp. 14.547.000.000. (Pengumuman pascakualifikasi 11 Juni 2012 – 19 Juni 2012. pengumuman pemenang 06 Juli 2012 – 13 Juli2012, penandatanganan kontrak 17 Juli 2012 – 23 Juli 2012).

4.Pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Poliklinik) RSUD APBD 2012 Pagu Rp 10.600.000.000. Nama Pemenang PT. MITRA BINA MEDIKA  Alamat Komplek First City Blok 2 Lt2 # B2-07 Batam Centre, Komplek Permata Niaga Blok B1 No 1 Sukajadi NPWP 02.795.952.7-217.000 Harga Penawaran Rp. 10.022.500.000. DIBATALKAN

5.Pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Poliklinik) RSUD APBD 2012 Pagu Rp 10.600.000.000. Nama Pemenang PT. BINA KARYA SARANA  Alamat Komplek Ruko Eecelent Blok B No. 11 Kel. Teluk Tering Kec. Batam Kota NPWP 03.006.574.2-217.000 Harga PenawaranRp. 10.339.000.000. (pengumuman pascakualifikasi 03 Oktober 2012 – 11 Oktober 2012, pengumuman pemenang 19 Oktober 2012 – 25 Oktober 2012, penandatanganan kontrak 30 Oktober sampai 06 Nopember 2012). LELANG ULANG

6.Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Peralatan Pusat Sterilisasi  (CSSD) RSUD Batam APBD 2012 Pagu Rp 4.000.000.000 Nama Pemenang PT. INTAN PERSADA GLOBAL Alamat Jln. Raden Patah Blok I No. 1 – 2 Batam  NPWP 02.485.317.5-215.000 Harga Penawaran Rp. 3.650.000.000 (pengumuman pascakualifikasi 03 Oktober 2012 – 11 Oktober 2012, pengumuman pemenang 23 Oktober 2012, penandatanganan kontrak 31 Oktober sampai 14 Nopember 2012). LELANG ULANG

7.Pengadaan Alat-Alat Laboratorium Kedokteran RSUD APBD 2012 Pagu Rp 3.800.000.000. Nama Pemenang PT. MITRA BINA MEDIKA  Alamat Jln. Pasir Putih Komplek Ruko Accelence Blok B. 10, Batam Center - Batam NPWP 02.795.952.7-217.000 Harga Penawaran Rp. 3.670.000.000 (pengumuman pascakualifikasi 03 Oktober 2012 – 11 Oktober 2012, pengumuman pemenang 23 Oktober 2012, penandatanganan kontrak 31 Oktober sampai 14 Nopember 2012).

8.Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Peralatan Pusat Sterilisasi  (CSSD) RSUD Batam APBD 2012 Pagu Rp 4.000.000.000 Nama Pemenang PT. INTAN PERSADA GLOBAL Alamat Jln. Raden Patah Blok I No. 1 – 2 Batam  NPWP 02.485.317.5-215.000 Harga Penawaran Rp. 3.650.000.000 (pengumuman pascakualifikasi 03 Oktober 2012 – 11 Oktober 2012, pengumuman pemenang 23 Oktober 2012, penandatanganan kontrak 31 Oktober sampai 14 Nopember 2012). LELANG ULANG

Adapun Modus Operandi yang diduga dilakukan Terlapor:

-Rencana pengadaan yang diarahkan untuk menentukan/menetapkan PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina  Karya Sarana sebagai pemenang lelang.

-Panitia lelang yang tidak mempunyai integritas dan memihak PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana.

-Penyusunan dokumen lelang terjadi tawar menawar dengan Direktur/Komisaris/Pengusaha PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana mengenai spesifikasi teknis yang disyaratkan.

-PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana diloloskan sebagai calon peserta pengadaan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

-Penggelembungan (mark-up) anggaran dengan cara memanipulasi harga pembelian alkes.

-Alkes yang diserahkan PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana lebih rendah daripada yang disyaratkan dalam kontrak

Sebagai petunjuk dapat pelapor jelaskan : 

1.    Bahwa SUHADI memiliki beberapa perusahaan, diantaranya : PT. Bina Karya Sarana, PT. Mitra Bina Medika, CV. Mitra Karya Pratama, CV. Intas Gusmanti. Dalam lelang SUHADI juga menggunakan perusahaan lain seperti terlampir. Kelompok perusahaan SUHADI menguasai lelang pengadaan alkes RSUD Batam, Dinkes Provinsi Kepri, Dinkes Kab. Binta,. RSUD Tg. Uban seperti data, terlampir.

2.    Bahwa PT. Mitra Bina Medika menyampaikan dokumen perusahaan sebagai persyaratan kualifikasi yang tidak berlaku dan/atau dipalsukan seolah-olah masih berlaku, diantaranya berupa: SIUP, ijin PAK/sub PAK/Cab. PAK (penyalur alat-alat kesehatan) yang dikeluarkan Kemenkes RI/Dinas Kesehatan Provinsi sesuai domisili perusahaan, SITU, Keterangan Domisili Perusahaan dan TDP. Dugaan ini diperkuat dengan temuan bahwa alamat PT. Mitra Bina Medika tidak ditemukan seperti disebut di Komplek First City Blok 2 Lt2 # B2-07 Batam Centre, Komplek Permata Niaga Blok B1 No 1 Sukajadi, hal ini diterangkan oleh Ketua RT II/RW VIII Kelurahan Teluk Tering Kecamatan Batam Kota pada Surat Keterangan No: 02/RT II/RW VIII/VII/2012. Bahwa Rekening Koran Giro PT. Mitra Bina Medika Nomor : 109-00-1277683-7 NPWP: 02.795.9.52.7-215.000 periode 1/04/12 s/d 30/04/12 dengan saldo akhir 1.201.924 menyebutkan masih beralamat First City Blok 2/B2-7 Kecamatan Batam Kota Teluk Tering Nongsa Batam (seperti terlampir). Hal ini menunjukan semestinya adanya perubahan izin PAK, sub PAK, Domisili Perusahaan, mengingat PT. Mitra Bina Media sejak pertengahan Januari 2011 tidak lagi berkantor  pada alamat  seperti disebutkan diatas. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1191/MENKES.PER/VIII/2010 tentang Penyalur Alat Kesehatan  15 ayat (1) Perubahan izin PAK harus dilakukan apabila terjadi: c. perubahan alamat kantor, gudang dan/atau bengkel. Dengan demikian PT. Mitra Bina Medika sebagai Penyedia Barang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan/usaha seperti dimaksud pada Pasal 19 ayat (1) PERPRES Nomor    54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

3.    PT. Mitra Bina Medika sebagai pemenang lelang Alat-Alat Kedokteran (Poliklinik) RSUD APBD 2012 HPS Rp 10.537.100.000 kemudian dibatalkan. Karena Ijin SubPAK nya tidak berlaku (alamat : Komplek First City Blok 2 Lt2 # B2-07 Batam Centre, Komplek Permata Niaga Blok B1 No 1 Sukajadi). Bahwa sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Nomor: HK.02.07/IV/275/2011 tertanggal  11 May 2011 sehubungan dengan penerapan PERMENKES Nomor 1191/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Penyaluran Alat Kesehatan dimana Sub Penyalur Alat Kesehatan (subPAK) yang telah habis masa berlakunya  harus berubah izinya menjadi Penyalur Alat Kesehatan. Nah untuk itu disinyalir kuat ada peran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri agar PT. Mitra Bina Medika mendapatkan Ijin PAK. Karena untuk mendapatkan ijin PAK permohonan harus melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, disamping itu juga harus ada Berita Acara Pemeriksaan dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri. Diduga ada KOLUSI dan permainan dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri sehingga ijin PAK PT. Mitra Bina Medika yang baru (alamat: Jln. Pasir Putih Komplek Ruko Accelence Blok B. 10, Batam Center – Batam) bisa diterbitkan oleh Kemenkes padahal banyak persyaratan yang tidak dipenuhi oleh PT. Mitra Bina Medika demikian pula terhadap ijin PAK PT. Bina Karya Sarana.

4.    Bahwa diloloskan dan/atau dimenangkan PT. Mitra Bina Medika pada lelang pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Poliklinik) RSUD Batam APBD 2012 senilai Rp.10.022.500.000 dan pengadaan Alat-Alat Rawat Inap dan Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Kamar Mayat RSUD Batam APBD 2012 senilai Rp7.092.450.000 DIDUGA ULP/Pejabat pengadaan tidak melakukan penilaian kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikas terhadap syarat kualifikasi PT. Mitra Bina Medika seperti disebut pada Pasal 6 PERPRES Nomor 54 Tahun 2010. Semestinya ULP/Pejabat Pengadaan menetapkan penyedia barang/jasa yang melakukan penipuan/pemalsuan dan pelanggaran lainnya seperti yang ditetapkan dalam PERPRES Nomor 54 Tahun 2010 kedalam Daftar Hitam serta melaporkannya kepada LKPP.

5.    Bahwa setelah masa sanggah terhadap pemenang PT. Mitra Bina Medika berakhir, pada tanggal 13 Juli 2012 berakhir PT. Mitra Bina Medika dibatalkan sebagai pemenang lelang pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Poliklinik) RSUD Batam APBD 2012 dengan penawaran Rp. 10.022.500.000 yang diumumkan pada tanggal 6 Juli 2012.Pembatalan PT. Mitra Bina Medika sebagai pemenang mengindikasikan adanya kecurangan seperti dijelaskan  pada angka.

6.    Bahwa PT. Bina Karya Sarana sebagai pemenang lelang pengadaan Pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Radiologi) RSUD Batam APBD 2012 Pagu Rp 15.000.000.000. dengan harga Penawaran Rp. 14.547.000.000. Pengumuman pemenang PT. Bina Karya Sarana dilakukan melalui 3 kali perubahan yakni pada 27 Juni 2012, 4 Juli 2012 dan 6 Juli 2012. Kemudian setelah masa sanggah 13 Juli 2012. Penetapan PT. Bina Karya Sarana sebagai pemenang setelah masa sanggah ini diduga karena adanya surat rekomendasi Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kepulauan Riau perihal izin sub PAK. Tapi anehnya lelang pengadaan alat-alat kedokteran (radiologi) RSUD Batam tersebut akhirnya dibatalkan.

7. Bahwa PT. Bina Karya Sarana dan PT. Mitra Bina Medika tidak tertib administrasi pajak. Hal ini terindikasi PT. Bina Karya Sarana memiliki NPWP ganda, yaitu: 03.006.574.2-217.000 dan 03.006.574.2-215.000, demikian juga PT. Mitra Bina Medika memiliki NPWP ganda, yaitu: 1. NPWP 02.795.952.7-217.000 dan 2.NPWP 02.795.952.7-215.000. NPWP ganda ini bertentangan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-20/PJ/2008 Tentang Penyampaian Peraturan Jenderal Pajak Nomor 26/PJ/2008 Tentang Tata Cara Penanganan Wajib Pajak yang memiliki nomor pokok wajib pajak dengan pengguna ganda. Disebutkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan suatu sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak. Oleh karena itu setiap Wajib Pajak hanya diberikan satu NPWP. Selain itu NPWP juga dipergunakan untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak serta dalam pengawasan administrasi perpajakan.

8. Bahwa PT. Bina Karya Sarana selaku penerima kontrak pengadaan Alat-Alat kedokteran Peralatan Pusat Sterilisasi (CSSD) RSUD Batam APBD 2012 senilaiRp. 3.400.000.000, namun hingga penandatanganan kontrak 06 Juni 2012 - 12 Juni 2012 pengadaan yang dimaksud belum juga diadakan. Karena kesalahan PT. Bina Karya Sarana sebagai penyedia barang dan sesuai Pasal 93 (2) Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa: a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan; b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia Barang/Jasa atau Jaminan Uang Muka dicairkan; c. PenyediaBarang/Jasa membayar denda; dan/atau d. Penyedia Barang/Jasa dimasukkan dalam Daftar Hitam. Anehnya Justru PT. Bina Karya Sarana bisa tampil sebagai pemeneng lelang Pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Poliklinik) RSUD APBD 2012 Pagu Rp 10.600.000.000 dengan Harga Penawaran Rp. 10.339.000.000.

9. Bahwa sejak tanggal 23 Agustus 2010 berlaku Permenkes Nomor: 1191/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Penyalur Alat Kesehatan, maka sejak tanggal tersebut berlaku Permenkes Nomor 1184/MENKES/PER/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan PKRT, mengatur diantaranya izin Sub PAK. Dengan demikian Dinas Kesehatan Provinsi Kepri tidak dapat menerbitkan izn Sub PAK kepada PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana. Sebagaimana pada ketentuan Penutup Pasal 54 Permenkes 1191/MENKES/PER/VIII/2010 tersebut.

10. PT. Bina Karya Sarana sebagai pemenang lelang Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Peralatan Pusat Sterilisasi (CSSD) PaguRp. 4.000.000.000 DIBATALKAN karena hingga masa kontrak belum juga alkes disediakan. PT. Mitra Bina Medika sebagai pemenang lelang Alat Alat Kedokteran (Poliklinik) Pagu Rp 10.600.000.000. DIBATALKAN karena menyampaikan dokumen lelang sebagai syarat kualifikasi tidak berlaku dengan alamat Komplek First City Blok 2 Lt2 # B2-07 Batam Centre, Komplek Permata Niaga Blok B1 No 1 Sukajadi. Lelang Alat Alat Kedokteran (Poliklinik) Pagu Rp 10.600.000.000. yang dimenangkan PT. Mitra Bina Media kemudian dibatalkan setelah dilakukan lelang ulang kemudian dimenangkan oleh PT. Bina Karya Sarana sedangkan PT. Mitra Bina Medika memenangkan lelang Alat Alat Laboratorium Kedokteran Pagu Rp 3.800.000.000 dengan merubah alamat semula menjadi alamat di Jalan Pasir Putih Komplek Ruko Accelence Blok B. 10, Batam Center – Batam. Kemudian Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Peralatan Pusat Sterilisasi (CSSD) Pagu Rp. 4.000.000.000 dilakukan lelang ulang dengan pemenang PT. Intan Persada Global dengan harga penawaran Rp.3.650.000.000 diduga kuat perusahaan ini hanya dipinjam oleh kelompok SUHADI. Peralatan Pusat Sterilisasi (CSSD) tersebut merk UGAIYA asal Singapura dan DEKO asal India diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan tidak memiliki ijin edar di Wilayah Republik Indonesia seperti disayaratkan pada Pasal 5 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1190/MENKES/PER/VIII/2010 Tentang Izin Edar Alat Kesehatan  dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.

11. Bahwa pembatalan PT. Mitra Bina Medika sebagai pemenang lelang Pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Poliklinik) RSUD APBD 2012 Pagu Rp 10.600.000.000. dengan harga Penawaran Rp. 10.022.500.000. dan PT. Bina Karya Sarana sebagai pemenang lelang Pengadaan Alat-Alat Kedokteran (Radiologi) RSUD APBD 2012 Pagu Rp 15.000.000.000. dengan harga Penawaran Rp. 14.547.000.000. sebagai pembuka tabir kecurangan dan/atau rekayasa dokumen lelang, diantaranya :

a.    Pengadaan Alat-Alat Rawat Inap dan Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Kamar Mayat RSUD Batam APBD 2012 Pagu Rp 7.400.000.000. Nama Pemenang PT. MITRA BINA MEDIKA Alamat Komplek First City Blok 2 Lt2 # B2-07 Batam Centre, Komplek Permata Niaga Blok B1 No 1 Sukajadi NPWP 02.795.952.7-217.000 Harga Penawaran Rp. 7.092.450.000

b.    Pengadaan Alat-Alat Kedokteran dan Peralatan Pusat Sterilisasi  (CSSD) RSUD Batam APBD 2012 Pagu Rp 4.000.000.000 Nama Pemenang PT. BINA KARYA SARANA Alamat Komplek Ruko Eccelent Blok B No.11 Kel.Teluktering Kec. Batam Kota NPWP 03.006.574.2-217.000 Harga Penawaran Rp. 3.400.000.000.


12.    Bahwa PT. Bina Karya Sarana selaku penerima kontrak pengadaan Alat-Alat kedokteran Peralatan Pusat Sterilisasi (CSSD) RSUD Batam APBD 2012 senilaiRp. 3.400.000.000, namun hingga penandatanganan kontrak 06 Juni 2012 - 12 Juni 2012 pengadaan yang dimaksud belum juga diadakan. DIDUGA ini karena kesalahan PT. Bina Karya Sarana sebagai penyedia barang dan sesuai Pasal 93 (2) Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa:

a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan;
b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia Barang/Jasa atau Jaminan Uang Muka dicairkan; 
c. PenyediaBarang/Jasa membayar denda; dan/atau 
d. Penyedia Barang/Jasa dimasukkan dalam Daftar Hitam. NAMUN Panitia lelang tidak memberikan sanksi sesuai ketentuan itu kepada PT. Bina Karya Sarana.

13.    Bahwa lelang pengadaan tersebut SARAT KOLUSI. Berdasarkan telusuran serta kejadian disinyalir ada permainan secara sistematis dengan beberapa peran antar lain:

1. Oknum Peran Atur di ULP/POKJA Pengadaan Batam: oknum ini berperan mengatur dokumen lelang dan dukungan distributor dengan menutup dan atau mengunci spesifikasi teknis barang,

2. Oknum Peran Penyedia (Perusahaan) : oknum ini berperan mengatur pembagian komisi, 

3. Oknum Peran Jaringan: oknum ini berperan sebagai penghubung proses lelang dan penyedia barang. Oknum-oknum tersebut mempunyai kedekatan dalam organisasi kepemudaan DPD KNPI Kota Batam periode 2009 - 2012. Bermula pengakuan WM (Ketua KNPI Kec. Batam Kota 2009 - 2012) meminta : “jangan diributkan soal alkes karena yang bermain orang-orang kita semua”. Oknum AM, ST (Wakil Ketua DPD KNPI Kota Batam 2009-2012) mengatakan: “saya di ULP karena rekomendasi ASM, ST. (Sekretaris DPD KNPI Kota Batam 2009 – 2012). ASM, ST juga mengatakan dekat dengan BH (Wakil Ketua DPD KNPI Kota Batam 2009 -2012) BH ini telah dilaporkan ke Polresta Barelang dengan STDP Nomor: LP-B617/VII/2012/Kepri/SPK-Polresta Barelang pada tanggal 11 Juli 2012 atas dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan. Perbuatan BH terhadap perlapor (STDP relampir) terkait upaya Pelapor untuk mengungkap dugaan kecurangan lelang pengadaan tersebut. Kolusi ini juga diduga  melibatkan M (adik ipar Walikota Batam). 

4. Peran Legalitas; oknum ini berperan melakukan legalitas proses lelang hingga penandatangan kontrak  dan penyediaan barang serta pembayaran. Oknum tersebut ada di DPRD Batam.

14. DIDUGA Direktur RSUD Batm drg. Fadillah Malarangan sebagai Penggunga Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyalahgunakan wewenangnya dengan mengintervensi Ketua Pokja Pengadaan untuk memenangkan PT. Intan Persada Global dalam Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Peralatan Pusat Sterilisasi  (CSSD) RSUD Batam APBD 2012 HPS Rp 3.965.755.600 Nama Pemenang PT. INTAN PERSADA GLOBAL Alamat Jln. Raden Patah Blok I No. 1 – 2 Batam  NPWP 02.485.317.5-215.000 Harga Penawaran Rp. 3.650.000.00. Berdasarkan keterangan sumber bahwa PT. Intan Persada Global dipinjam pakai oleh oknum Sekretaris Tim Sukses Walikota Ahmad Dahlan yang berperan menenangkan kekisruhan Direktur RSUD Batam drg. Fadillah malarangan dengan penyedia barang CSSD PT. Bina Karya Sarana.

15. DIDUGA Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan Membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan Tidak SESUAI KONTRAK. Ini dindikasikan bahwa Saudara Yosef perwakilan Batam PT. Surgika Alkesindo selaku importer alkes diminta Perencana Pengadaan (RSUD Batam) untuk membuat spesifikasi teknis peralatan kedokteran pusat sterilisasi (CSSD) APBD 2012 dengan kwalitas Eropah, diantaranya: Ultrasonic Cleaner, Sealing Machine dan Horizontal/Autoclave 250 Ltr. Kemudian Saudara Yosef menyampaikan daftar spesifikasi teknis alkes tersebut dengan jumlah harga yang ditawarkan Rp.3.650.000.000 dengan harapan barangnya dibeli.  Namun yang terjadi alkes CSSD tersebut yang disediakan bukan kwalitas Eropa dengan merek UGAIYA  (diduga barang Singapura) dan DEKO (diduga Barang India) diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan tidak memiliki ijin edar di Wilayah Republik Indonesia seperti disayaratkan pada Pasal 5 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1190/MENKES/PER/VIII/2010 Tentang Izin Edar Alat Kesehatan  dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.DIDUGA kualitas alkes yang diserahkan tidak sama dengan ketentuan dalam spesifikasi teknis kontrak dan/atau kualitas alkes yang diserahkan  lebih rendah dari ketentuan dalam spesifikasi tenis kontrak yang berpotensi kerugian Negara.


Demikian laporan pengaduan ini disampaikan dengan penuh tanggung jawab.


Oleh : YUSRIL KOTO, SE.
         Ketua Umum.



Editor : Agus Budi T


loading...