Tuesday, 14 June 2016

Hutan Bakau di Pulau Manis dimusnakan buat lokasi Villa, Komisi I Dprd Batam akan Panggil Bapedalda dan Deplovernya

Ketua komisi I Dprd kota Batam, Nyangnyang Haris
Batam , Dinamika Kepri- Dari hasil kunjungan sidak komisi I Dprd Kota Batam ke Pulau Manis ke kecamatan Belakang Padang sebelumnya, mereka mendapati pemandangan yang sangat menakjubkan dengan kerusakan lingkungan, perusakan hutan Manggrouv ( Hutan Bakau) secara besar- besaran sangat parah yang mungkin baru pertama kali ada di Indonesia. 

Kondisinya hutan bakau di Pulau manis saat ini sangat memperihatinkan karena rencananya akan dilakukannya pembangunan Villa oleh salah satu pengembang/dipelover dari Batam.

Melihat itu, ketua komisi I Dprd Kota Batam, Nyangnyang Haris merasa prihatin, kepada media ia mengatakan pada 20 Juni 2016 nanti katanya secara kelembagaan pihaknya dari komisi I akan memanggil Pihak Dipelover yang dimaksud dan juga akan memanggil kepala Badan Penunggalangan Dampak Linkungan Daerah ( Bapedalda) Kota Batam, yakni  Ir. Dendi Purnomo

" Tanggal 20 Juni 2016 ini, kami akan memanggil pihak Deplover dan pihak Bapedalda kota Batam, Ya..untuk melakukan Rapat dengar Pendapat (RDP), kita mau mempertanyakan mengapa itu bisa terjadi, sebab kondisi hutan bakau di sana (Pulau manis=red) sudah sangat memprihatinkan," kata Nyangnyang Haris terlihat kecewa, Senin (13/6/2016).

Seperti biasa, masalah Perusakan Hutan Manggrouve dan Reklamasi Pantai di Batam tentunya bukan lagi hal yang mengejutkan, apalagi perihal kerusakan Hutan bakau, ini sudah berlangsung lama. bahkan hukum di negara ini terkesan tidak mampu sama sekali untuk menanganinya. dan itu terbukti sebab ada begitu banyak pembuat  arang bakau diujung Barelang, Dari mulai Ahui sampai ke Acuan tak ada penegak hukum yang mampu menghentikannya.

Arang bakau terus diexport ke luar negeri dan sudah berlangsung lama, entah siapa pula pejabat yang kebal hukum telah membeck-upnya.

Begitu juga dengan perihal permasalahan Reklamasi Pantai di Batam saat ini, Diduga mereka bising-bising, ribut karena tidak kebagian kuenya. (Cn)

Editor : Agus Budi T