Thursday, 2 June 2016

RDP di Komisi I, Warga Duriangkang minta lahan Fasum, BP Batam janji akan menyanggupinya

Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I Dprd kota Batam, berjalan dengan alot.

Batam, Dinamika Kepri- Sesuai yang telah dijadwalkan sebelumnya, Kamis (2/6/2016) komisi I Dprd Kota Batam menerima tamu Puluhan perwakilan dari seluruh perangkat RT/RW se Duriangkang, untuk membahas perihal lahan Fasilitas Umum (Fasum) yang Notabenenya yang  rencananya akan dialih fungsikan menjadi lahan Kavling, oleh pengembang.

Dalam Rapat dengar pendapat (RDP) yang di pimpin oleh Ruslan. Ali Wasim ini juga dihadiri oleh perwakilan dari BP Batam, yakni Humas BP Batam, Andiangtono.  Dalam rapat itu Ia mengatakan akan menyanggupi permintaan warga untuk mengalosikan lahan fasum dilokasi lain berupa lapangan Bola dan lahan pembangunan serbaguna, seperti apa yang diharapkan warga Duriangkang, Tanjung Piayu, Batam.

Selain itu, dalam pertemuan warga juga meminta agar lahan fasum yang nantinya akan diberikan, surat juga dapat segera dikeluarkan, tujuannya agar tidak ada lagi yang akan mengklimnya. 

Sebelumnya, kata warga, lahan kosong  fasum yang mereka maksud itu luasnya 2,8 hektar tepatnya berada dibelakang Perumahan Seipancur Biru tahap II, bersebelahan dengan Perumahan Pondok Graha, dan akan di kavlingkan, Kavling Siap Bangun (KSB) oleh pengembang.

Dan usai pertemuan itu, ditempat terpisah kepada media ini, Harmidi Husen. SH dari Komisi I Dprd kota Batam mengatakan bahwa lahan yang tengah dipermasalahkan warga itu, ternyata sudah sah menjadi miliknya PT. Pandawa lima Sukses.

" Ya secara hukum dan izin dari pemerintah, lahan itu sah dan sudah menjadi milik PT. Pendawa Lima Sukses. " ujar Harmidi memastikan.

Masalah lahan memang sangat riskan di Pulau Batam, diduga karena banyaknya mafia lahan saat ini, tentu mosi percaya dari masyarakat kepada Intansi yang berkompoten, kesannya tidak ada lagi, hingga hal ini, prosesnya berjalan berangsur lama. Kendati pihak BP Batam sudah berjanji akan menyanggupi, namun sebagian warga yang hadir dalam rapat itu tampak ada yang tidak puas. (Cn)

Editor : Agus Budi T