Wednesday, 8 June 2016

Di imingi Imbalan Rp 7 Juta, Rusmanuddin Nekat jadi kurir sabu antar negara

Rusmanuddin.
Batam, Dinamika Kepri - Akibat butuh biaya hidup keluarganya di kampung, Rusmanuddin (33) yang tinggal di Batam, akhirnya nekat memilih jalan pintas dan memilih pekerjaan menjadi kurir narkoba di Batam. Begitulah pengakuan Terdakwa ini kepada Hakim saat persidangannya di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (8/6/2016).

Dalam persidangan Rusmanuddin  membuat pengakuan, ia mengisahkan pada tanggal 24 November 2015 lalu, ia berangkat ke Malaysia untuk mengambil barang pesanan berupa narkoba Jenis Sabu dari seorang bandar yang bernama Alexander, warga Malaysia, namun setelah menuju Batam di Pelabuhan Fery Internasional Batam Center, Ia ditangkap pihak petugas pelabuhan oleh Bea dan cukai (BC) karena gerak-geriknya yang mencurigakan. 

Dalam penangkapannya itu, Petugas BC berhasil menemukan 2 bungkus narkoba jenis sabu yang di simpan di plastik hitam yang di masukan celana dalamnya. Bukan itu saja, setelah diperiksa seluruh badannya dan tas bawaannya, petugas juga menenemukan 2 bungkus lagi yang dimasukan ke dalam botol dan berat semuanya sebanyak 350 gram . 

Rusmanuddin juga mengaku jika dirinya dijanjikan akan menerima imbalan Rp 7 juta sesuai janji dari bandar yang bernama Alexander itu, katanya Ia akan menerimanya jika narkoba yang di bawanya, bisa lolos masuk ke Batam.

Maka itu, dalam Persidangan ini,  kepada majelis hakim Rusmanuddin mengaku bersalah atas apa yang telah diperbuatnya dan bejanji tidak akan pernah mengulanginya lagi.

Dalam perkara ini, Rusmanuddin dijerat dengan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika  Pasal 117 ayat (2) karena melakukan perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan II yang beratnya melebihi 5 gram, maka pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah.(Cn)

Editor : Agus Budi T