Friday, 20 May 2016

Tindak dugaan penipuan yang dilakukan oleh PT. Prima Jaya Kontruksi, Sebut Korban jaringan Internasional, Ini wajah pelaku yang ada di Singapura

Warga Singapura
Batam, Dinamika Kepri - Dugaan tindak penipuan yang dilakukan oleh perusahaan yang mengaku sebagai penyalur tenaga kerja indonesia (PJTKI) resmi keluar negeri yakni PT. Prima Jaya Kontruksi yang berkantor ruko sewaan di Batam ini, ternyata memiliki koneksi jaringan di Singapura, dimana informasi ini diketahui media dari salah satu korban yang tertipu dari perusahaan ini.


Kepada media, salah satu korban tertipu mengatakan katanya Perusahaan yang menjajikan mereka bekerja di negara Singapura itu, juga memilki jaringan di Singapura.

"Sepertinya perusahaan ini penipu jaringan Internasional yang sudah terkordinasi, Ini fotonya bang, iya ini orang mereka juga, kalau tak salah dia ini warga Singapura, dan sering Ke Batam juga." kata korban saat menyambangi kantor Dprd kota Batam.

Pada hari Senin (16/5/2016) lalu sebanyak 268 orang warga Batam, datang mengadukan nasibnya kepada Dprd kota Batam.Kedatangan mereka itu bertujuan agar Dprd bisa menjembatani agar perusahaan dapat mengembalikan uangnya.

Kepada media mereka mengaku telah ditipu oleh PT. Prima Jaya Kontruksi dengan modus di imingi akan bekerja kontruksi di Singapura dengan upah 2400 Dollar Singapura perbulannya. Merekapun tergiur hingga mereka rela memberikan uang aministrasi dari Rp 10 juta hingga Rp 14 juta perorangnya kepada pihak perusahaan.

Permit kerja palsu
Permit kerja palsu


Namun dari sejak uang diberikan, mereka tak kunjung diberangkatkan. Akibatnya mereka merasa curiga, dan mulai mempertanyakannya. Berujung hingga direktur Perusahaan PT. Prima Jaya Kontruksi yang bernama Oriza Satifa, akhirnya ditahan polisi di Malporesta Barelang, Batam, Kepri.

Kata korban, Pemilik perusahaan itu sudah ditahan polisi, pihak mereka yang tertipu juga sudah pernah melakukan mediasi dengan pihak perusahaan disaksikan Polisi, kiranya uang mereka dapat segera dikembalikan. Namun tidak ada hasilnya.

Katanya, pemilik Perusahaan itu lebih memilih menjalani hukuman ketimbang mengembalikan uang mereka. Bahkan yang paling parah lagi, Direktur perusahaan itu juga akan menuntut balik mereka karena telah melakukan pencemaran nama baik perusahaannya.

Melihat hal itu, akhirnya para korban berasumsi bahwa kasus ini telah ada yang beck-up hingga pihak perusahaan tidak berkenan untuk mengembalikan uang mereka. dimana jika dikalkulasikan, perusahaan ini telah meraup keuntungan sebesar Rp 3 Miliar dari korbannya yang berjumlah 268 orang.

Jika ditilik dari sisi hukumnya, wajar jika direktur  PT. Prima Jaya Kontruksi itu memilih menjalani hukuman  ketimbang mengembalikan uang korbannya, sebab di dalam UU tentang Penipuan pasal 378 KUHP menyebutkan ancaman penipuan hukuman maksimal 4 tahun penjara.

tertipu
Daftar nama-nama yang tertipu

Melihat ganjaran ini wajar jika tidak penipuan merajlela di indonesia. kemungkinan jika hukumannya tembak mati, Pasti uang korbannya itu akan dikembalikan. Mendengar keluh kesah dari para korban penipuan ini, seseorang yang tidak mau namanya dipublikasikan menanggapi katanya, makanya hati-hati, jangan mudah teriur dengan di imingi.

"Makanya hati-hati, jangan mudah teriur karena di imingi. Dan kalaupun mau nipu jangan nanggung, menurut saya Rp 3 Miliar jalani hukuman 4 tahun, engggak rugilah. lagian paling jalaninya 3 tahun lebih. Timbang sana timbang sini, belum lagi dapat remisi, pura-pura baik, paling 3 tahun jalaninya. Emang ada orang yang mau ngasih gaji 1 miliar 1 tahun? setahu saya untuk saat ini, belum ada itu." kata dia.(Ag)

Editor : Agus Budi T