Wednesday, 4 May 2016

Terkait limbah B3, Jeffry Simanjuntak : PT. Hompong yang paling fatal. M. Zani : PT. Hompong adalah perusahaan yang " Taat"

M. Zani
Jeffry Simanjuntak anggota Dprd kota Batam dan M. Zani Kasi Pengawasan Limbah B3 Bapedalda kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri- Untuk meningkatkan Pendapatan anggaran daerah (PAD) kota Batam dari Rp 2,5 Triliun menjadi Rp 5 Triliun dimasa tugasnya sampai tahun 2021 mendatang, Walikota Batam, Muhammad Rudi. SE menekankan agar semua pihak termasuk kepada Dprd kota Batam untuk lebih berperan dalam peningkatan PAD tersebut, maka itu komisi III pun mendukungnya dan segera melakukan sidak ke banyak perusahaan yang ada di Batam. Pasalnya retribusi yang di dapat dari pengelolaan Limbah kemungkinan sangat minim.

Ternyata benar, minimnya pengawasan yang dilakukan oleh Badan penanggulangan dampak lingkungan daerah (Bapedalda) kota Batam, akhirnya berdampak dan telah banyak perusahaan yang melakukan pelanggaran dengan sengaja ingin menghindari pajak retribusinya kepada Pemerintah dengan menyimpan dan membuang limbahnya kesembarangan tempat. Pasalnya jika Perusahaan mengirimkan limbahnya kepada kepengelolah Limbah B3 tentunya tidak sedikit biaya yang akan dikeluarkannya. Maka itu banyak pihak maupun banyak oknum yang bermain dengan limbah di Batam untuk keuntungan pribadi.

Dengan banyaknya perusahaan melakukan pelanggaran, maka omset para penampung dan pengelola Limbah B3 pun berkurang dan secara automatis juga, pajak retribusi penampung dan pengelola Limbah retribusi  kepemerintah tentunya juga ikut berkurang. Maka itu Komisi III Dprd kota Batam berusaha mencari dimana benang merahnya. ternyata semua itu bermuara di Bapedalda kota Batam yang kurang pengawasan terhadap para perusahaan yang ada di Batam.

Dari hasil sidak yang dilakukan oleh komisi III terhadap perusahaan yang ada di Batam, terdapat ada 6 perusahaan yang telah memiliki kesalahan dalam hal limbah B3, antara lain :

1. PT. Noble
2. PT. Hompong
3. PT. Schneider
4. PT. Infeneon
5. PT. Unisafe

6. PT. Amtek Engineering Batam

Usai RDP, Rabu (4/5/2016) dengan 3 prusahaan,Ucap Jeffry kepada media, dari semua perusahaan yang ditemukan memiliki kesalahan itu, Namun PT. Hompong adalah yang paling fatal.  Kendati Ia menyatakan demikian, Namun M.Zani, Selaku Kasi Pengawasan Limbah B3 Bapedalda kota Batam mengatakan bahwa PT. Hompong yang berlamat di Mukakuning itu, adalah perusahaan yang "Taat".

Pernyataan M. Zani tersebut tentunya sangat ironis sekali, dia menyebut PT. Hompong adalah perusahaan yang 'Taat" Padahal sebut Jeffry Simanjuntak kepada media, dari sekian banyak perusahaan yang sudah mereka sidak, PT. Hompong adalah perusahaan yang memiliki kesalahan yang Fatal dalam hal masalah limbah B3 nya.

M. Zani sebut PT. Hompong adalah perusahaan yang " Taat", ada apa ? padahal dari sejak tahun 1992 sampai sekarang ini tidak melakukan pengelolaan Limbahnya. Diduga ucapan M. Zani menyebutkan PT Hompong Taat, kemungkinan Taat berupeti.(Ag)

Editor : Agus Budi T