Tuesday, 17 May 2016

Sebanyak 268 orang korban ditipu PT. Prima Jaya Kontruksi, Korban : Jika tidak digubris oleh Dprd, Kami akan datang lebih banyak lagi

Tampak seorang korban penipuan menunjukkan Permit palsu yang diberikan perusahaan kepadanya di hadapan media.
Batam, Dinamika Kepri- Niat untung malah buntung, Puluhan orang yang mengaku dari korban penipuan oleh pemilik Perusahaan, Oriza Satifa selaku Direktur di PT. Prima Jaya Kontruksi disebut-sebut sebagai penipu nomor wahid atau penipu ulung di Batam untuk rekor di tahun 2016, dimana pemilik nama itu, disebut telah berhasil menipu sebanyak 268 orang dengan janji akan memperkerjakan korbannya di Singapura namun tidak benar dan berhasil menggondol hampir Rp 3 Miliar dari seluruh korbannya.

Oriza Satifa dan Putranya selaku komisaris perusahaan diduga ilegal itu telah meraup keuntungan kurang lebih sekitar 3 Miliar Rupiah dari sekitar 268 orang korbannya. Namun pada tanggal 5 Mei 2016, Oriza Satifa sudah ditahan polisi di Malporesta Barelang, Batam, Kepri.

Namun anaknya yang ikut bekerja sama menipu itu kata para korban siang tadi , Senin (16/5/2016) di kantor Dprd kota Batam ketika kecewa disaat Riky Indrakari tak menjamu mereka. kata mereka bahwa Putra Oriza Satifa yang berperan sebagai komisari diperusahaan yang telah menipu mereka, telah bebaskan polisi, dan hanya menahan ibunya (Oriza Satifa=red) sebagai orang yang katanya pasang badan dalam hal penipuan tersebut.

Kata mereka, selain telah memberikan puluhan juta hingga belasan juta rupiah kepada Oriza Satifa melalui perusahaan PJTKI, Permit kerja dari Singapura yang diberikan kepada mereka katanya juga palsu, pasalnya kedutaan RI dari Singapura tidak mengakuinya.

" Jumlah kami korbannya ada sekitar 300 san orang lebih, namun yang melaporkan saat ini sudah 268 orang, awalnya saya dan orang lain tertarik untuk bekerja kontruksi di Singapura dengan Upah $ 2400 Singapura atau setara Rp 25 juta perbulan. Maka itu saya tertarik dan memberikan biaya administrasi sebesar Rp 12 juta. Sebenarnya pembayaran administrasinya itu berfariasi. untuk Helper Non Skill Rp 8 sampai 10 Juta. untuk Welder Rp 12 juta. Karena saya Welder, makanya saya memberikan Rp 12 juta.". kata salah satu korban.

Tambahnya, " Setelah itu saya tunggu berbulan-bulan untuk keberangkatan, akhirnya kami disuruh berkumpul di pelabuhan Hour bour Bay untuk berangkat. Kami bukannya berangkat, kami malah dikasih permit Palsu. Itu kami ketahui setelah ada yang mengecek ke kedutaan RI yang yang ada Singapura. Kata pihak keduataan mengatakan bahwa permit yang kami terima itu tidak ada alias tidak sah. Maka dari situlah kami semua merasa telah di Tipu oleh PT. Prima Jaya Kontruksi tersebut. Nama Direkturnya Oriza Satifa, sedangkan anaknya menjadi komisarisnya. Namun yang ditahan Polisi cuma Ibunya yang bernama Oriza Satifa dan anaknya itu di bebaskan, kata rekan-rekan, suami pelaku itu bekerja di Britoil Sekupang. Ya..kalau harapan kami, kalau bisa uang kami itu dapat dikembalikan." kata salah satu korban kepada media ini mengharap.

Selain dirinya, saat itu, sebagian perwakilan yang lain juga tengah menemui  Nuryanto ketua Dprd kota Batam. Setelah usai menemui ketua Dprd, Perwakilan menyebutkan akan datang lebih banyak lagi jika Dprd tidak menggubris permintaan mereka.

"Kami akan datang lebih banyak lagi, jika Dprd tidak menggubris permintaan kami memediasikankan kepada pihak perusahaan agar segera bisa mengembalikan uang kami." Ucap dari seorang korban penipuan.(Ag)

Editor : Agus Budi T