Friday, 27 May 2016

Perusahaan ketahuan buang limbah sembarangan, Saat hendak di komplain warga, Petugas kawasan malah melarangnya

Tampak warga ini tengah menunjukan sempel limbah perusahaan kepada media. 
Batam, Dinamika Kepri - Sore tadi, Jumat, (27/5/2016) sekitar 8 pria warga yang tinggal bermukim disekitar kawasan Industri Executive Industrial Park Batam, Batam Center, datang menyambangi lokasi ini lengkap dengan membawa barang bukti berupa limbah cair diduga jenis B3 zat Chimical yang diambil dari selokan di belakang perusahaan yang mereka maksudkan.

Namun aksi protes warga ini tertahan, pasalnya petugas pengaman (Sicurity=red) kawasan dibantu oleh Polisi yang bertugas sebagai Babin di daerah itu menahannya, hingga aksi mereka tersebut, tidak tercapai dan tertahan hanya sampai di pintu masuk kawasan saja.

Menurut warga itu menyebutkan, kedatangan mereka ke kawasan Industri Executive Industrial Park Batam, tujuannya ingin melakukan protes kepada perusahaan yang telah sengaja membuang limbahnya dengan sembarangan, namun terhalang karena petugas jaga pintu utama masuk kawasan,  tidak memperkenankan, akibatnya mereka tertahan dan menjadi perhatian banyak orang terutama para awak media yang melintas.

Kata warga mereka, petugas jaga melarang mereka masuk ke tempat perusahaan yang dituju, terkait hal itu kepada media ini, Polisi yang berpakaian baju baisa saaT itu membenarkan katanya hal itu dilakukan demi menjaga terciptanya kenyamanan di kawasan tersebut.

Kendati sudah demikian, warga tetap bertahan alasannya karena pihak perusahaan sebelumnya juga sudah berjanji kepada mereka dimana kata pihak perusahaan  akan mengirim perwakilannya. Namun setelah ditunggu-tunggu, kata warga bukan perwakilan perusahaan yang datang melainkan Polisi yang datang menghampiri dan menahan agar mereka tidak bisa masuk sampai ke perusahaan yang di tuju.

Pantuan media ini, tampak semakin sore semakin ramai di datangi oleh para awak media. Dan yang paling anehnya lagi, ketika awak media ini menanyakan kepada warga, mengapa hal ini tidak dilaporkan ke Bapedalda kota Batam? mereka bukannya menjawab, mereka yang mendengar hanya senyum-senyum menunjukkan seakan tidak ada mosi percaya lagi kepada instansi pemerintah itu.

Melihat hal demikian, diduga warga Batam tidak percaya lagi kepada Bapeldalda kota Batam. Tidak tahu mengapa itu terjadi, namun itulah kenyataannya. Warga ini sekan tidak percaya kepada Bapedalda. Kendati pihak perusahaan pembuang limbah itu menantang warga agar melaporkannya ke Bapedalda kota Batam, namun tidak dilakukan warga. Sore itu warga tampak lebih memilih bertahan menunggu pihak perusahaan sesuai yang di janjikan ketimbang melaporkannya kepada pihak Bapedalda kota Batam.(Ag)

Editor : Agus Budi T