Friday, 13 May 2016

Dinilai tidak mendidik, Netizen protes minta Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Hentikan tayangan Drama Turki Epsun-bahar di ANTV

Epsun dan Bahar, Foto by @ infosinopsis


Dinamika Kepri - Melalui akun Facebooknya, Netizen protes atas penayangan Drama Turki Epsun-Bahar yang tidak mendidik di ANTV kepada Komisi Penyiaran Indonesia Pusat pada tanggal 14 Maret lalu. Namun tidak ditanggapi.



Tampak seperti gambar diatas, Pemilik Akun Facebook Kurousagi Katsuyukie, membuat statusnya pada tanggal 14 maret lalu menuliskan, " Tolong di STOP dong penyiaran dari ANTV. Saya sudah Kesal dan Gedek banget sama kelakuan Epsun dan Ibu-nya si Nuran itu. Benar - benar tidak mendidik banget. Mana ada orang yang membunuh di awal-nya menjadi Ber-Jaya dan Sukses melulu, dan meneruskan aksi kejahatan dan kelicikan-nya tersebut."

Terlepas dari kecaman Netizen ini, ada banyak asumsi yang menyenbutkan bahwa penayangan drama-drama Filem producksi luar saat ini diduga tujuannya untuk mengenalkan budaya luar kepada masyarakat indonesia agar berlahan masyarakat indonesia, dapat melupakan budayanya sendiri.

Selain alur ceritanya yang tidak mendidik, kebearadaan tayangan drama-drama Filem Luar di TV swasta saat ini menunjukan bahwa para anak bangsa di negeri ini, sudah tidak mampu lagi untuk membuat filem sendiri yang mendidik.

Selain Filem Drama Turki yang tidak mendidik, Filem Drama berseri India juga hadir. Apalagi sejak tayangnya Filem Drama berseri India berjudul "Andini" di salah satu TV swasta, diduga banyak yang salah mengartikan. gagal faham, Pasalnya anak seumuran Andini yang masih belia telah di jodohkan oleh orang tuanya.

Maka para penontonnya yang masih ABG jadi salah menyimpulkan alias gagal faham, Maka tidak heran jika saat ini ada banyak pemerkosaan di bawah umur yang kerap terjadi. Dan yang paling  anehnya lagi, pelakunya juga masih di bawah umur, seperti yang terjadi di Bengkulu dengan 14 pelaku beberapa waktu lalu. Namun tidak dapat dipastikan apakah prilaku para pelaku pemerkosa tersebut ada hubungannya dengan Filem itu.  

Selain itu, yang paling sangat ironisnya lagi, pelakon aktor Filem India yang tidak laku di Negerinya, dapat bebas berakting Filem di Indonesia, mereka tampak dielu-elukan bak super star oleh penggemarnya di Indonesia. Bahkan keberadaan mereka itu juga menunjukan bahwa tidak ada lagi bintang Filem indonesia yang layak dan berbobot.

Padahal Pemerintah Indonesia tengah gencarnya mempromosikan "Aku cinta Produk Indonesia" namun apa yang terjadi, diduga itu hanya slogan semata yang tidak berarti apa-apa. Dan tidak bisa disalahkan juga, Pasalnya kemampuan daya saing Filem Indonesia dewasa ini, hanya dapat memproduksi filem horor/hantu saja.(Ag)

Editor : Agus Budi T