Sunday, 22 May 2016

Menilik Bisnis Judi Togel Yang Menjanjikan di Batam, Ada Pasang Ada Bayar

Ilustrasi.
Batam, Dinamika Kepri - Bisnis judi toto gelap (Togel) di kota Batam selama satu Dekade ini telihat perkembangannya sangat cukup pesat. tidak tahu mengapa demikian namun itulah yang terjadi. permainannya juga cukup rapi.

Ironisnya penegak hukum di kota Batam sepertinya ogah untuk menindaknya pasalnya para penulis togel dan bandarnya, terkesan dibiarkan tampa ada penindakan, akibatnya ada banyak warga Batam yang kelihatan makin gila karena nomor yang dipasangnya yang tak kunjung kena.

Dan yang paling aneh lagi, para bandar Togel di Batam saat ini tampaknya juga saling menjatuhkan dengan para bandar lainnya. Ada yang ditangkap ada juga yang dibiarkan, diduga tergantung bagaimana lobinya.

Dalam sejarah penangkapan Bandar maupun penulis Togel di Batam, Pantuan media ini dalam 3 tahun ini, tampak jarang kasusnya sampai kepersidangan, biasanya kasus tersebut akan hilang begitu saja. Tidak tahu mengapa itu terjadi demikian. Namun begitulah kenyataannya.

Biasanya, jika penulis maupun bandar togel ditangkap, itu bukan langsung dibawa untuk di proses, hanya bawa masuk dalam mobil, lalu diraun-raunkan dahulu berkeliling Batam, kemungkinan itu dilakukan karena para bandar togel di Batam kurang Piknik.

Setelah dibawa berkeliling baru dilepaskan dan melanjutkan aktifitas Togelnya. Aneh memang, bahkan media ini juga tidak mengetahui, apakah bandar yang dibawa berkekliling Batam itu, juga membayar ongkos mobil yang telah membawanya piknik seharian.

Begitulah yang terjadi sehingga membuat praktek judi Togel di Batam terus mewabah. Diduga bandar maupun penulis (Rekap) Togel yang ditangkap karena tidak melakukan kordinasi terlebuh dahulu atau karena telat tidak ada laporan, ada juga yang info yang menyebutkan ditangkap karena pesanan saingan dari sesama bandar.

Penelusuran media ini ada begitu banyak bandar togel di Batam namun terlihat aman-aman saja saat melakukan kegiatannya. Padahal ada yang mengatakan bahwa permainan Togel ini, masuk dalam kategory tindak perjuadian dan melanggar pasal 303 tentang perjudian.

Kendati demikian itu tidak dapat disalahkan Pasalnya dari mulai jamannya orde baru judi Togel sudah ada. Hanya satu kuncinya, yakni Bandar wajib mampu membayar hadiah dan mampu tetap membuat kondusif dilapangan. Begitulah kata selentingan yang terdengar, yang penting kondusif.

Jika dibahas, Judi Togel memang tidak pernah ada habisnya, sebab keberadaan Judi Togel di Batam saat ini tampaknya juga sudah menjadi judi adat sama halnya seperti judi dadu yang sampai saat ini tidak ada yang mampu menghentikannya, kecuali datang hujan, itupun karena becek.

Selain itu, dari sisi sosialnya, keberadaan Togel ternyata dapat menjadi penyemangat bagi orang-orang yang malas bekerja, karena sebagian dari mereka berharap bisa cepat kaya tampa harus bekerja hanya dengan mengharapkan pasangannya akan kena.

Maka tidak heran jika saat ini ada banyak orang mulai menunjukkan hidup yang tidak normal, hingga melakukan kegilaan dengan berjelakung dan bertapa di tepi laut, tujuannya untuk mendapatkan ilham maupun petunjuk nomor dari gaib untuk dipasang di togel.

Ternyat ada banyak orang yang tertarik ingin jadi bandar togel di Batam, mengapa? mungkin karena omset perharinya bisa mencapai ratusan hingga miliaran rupiah. Walau permainannya terselubung, peminatnya juga cukup banyak. Namun jangan salah jadi bandar togel di Batam itu, tidak segampang seperti membalikan tangan, ada modal lalu jadi badar, tidaklah demikian. seperti kata petuah orang tua mengatakan, " Jika masuk kampung orang harus permisi dulu."

Biasanya jika orang berusaha, terlebih dahulu akan melakukan aktifitasnya baru izinya menyusul, itu jika usaha legal, ini beda, ini bisnis ilegal, baiknya permisi dulu baru lalu beraktifitas jika tidak, panjang urusannya.

Tidak hanya itu, seorang bandar harus mampu membayarkan setiap hadiah pemasangnya, jika itu terlaksana, panjang juga urusannya. Kata mereka yang pakar, " Malu kita kalau itu tak mampu di bayar " mengapa, karena jika hadiah tidak dibayarkan, pemasang akan mengoceh dan riaknya akan terhendus kepermukaan dan akan menjadi topik hangat di pemberitaan media.

Apalagi ada korbannya. Jangan harap bisa berlanjut dan bandar yang lainnya juga akan terkena imbasnya.

Dan bukan sampai disitu saja, akibat dari itu pasti akan ada pejabat yang berkompenten yang juga di mutasikan.

Maka dari itu, sebelum menjadi bandar harus benar-benar siap, siap segala hal dari kemungkinan, siap bangkrut,  siap menang dan juga siap menuju kehancuran, ada pasang ada bayar, pasang filing di bayar filing, pasang angin di bayar angin.(*)

Editor : Agus Budi T