Wednesday, 4 May 2016

Mendagri instruksikan kepada Pemda agar tahun ini perekaman KTP elektronik segera digratiskan

Jakarta, Dinamika Kepri - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menginstruksikan agar jajaran pemerintah daerah (Pemda)turun memantau proses perekaman dan kepemilikan KTP elektronik (KTP el). Harus ada kepastian tidak ada lagi pungutan liar (pungli) kepada masyarakat.

Dia mengatakan, pemerintah membebaskan biaya untuk keperluan mengurus KTP el. Namun faktanya banyak oknum di tingkat kelurahan dan kecamatan yang justru mempersulit perekaman dan pencetakannya. Mereka meminta sejumlah uang untuk mempercepat proses itu.

“Ada di daerah-daerah yang masih melakukan praktek pungli. Jaminan proses pembuatan KTP el akan lebih cepat bila harus membayar,” kata Tjahjo di kantor Kemendagri, Rabu (4/5).

Selain menegaskan kepada Pemda, Tjahjo juga meminta jajarannya di lingkungan Kemendagri untuk ikut memonitoring hal tersebut. Mereka bisa menemui langsung petugas di tingkat pemda untuk ikut serta mengawasi jalannya perekaman dan pencetaan KTP el di sejumlah daerah.

“Saya sudah perintahkan pejabat eselon I dan II di kementerian ini untuk turun. Dalam satu minggu, habiskan dua-tiga hari di daerah. Cek perekaman dan pencetakan e-KTP di daerah,” ujar dia.

Mereka dapat langsung membantu pemda mencari jalan keluar agar warga mendapatkan e-KTP. Sebab, Kemendagri selaku pembina pemda harus dapat memastikan kalau pelayanan masyarakat untuk mendapat KTP el gratis dan tidak dipersulit seperti laporan-laporan yang ada sekarang.

Berdasarkan data Kemendagri, dari 183 juta penduduk wajib KTP, masih ada 24 juta orang yang belum melakukan perekaman data di tingkat kelurahan dan kecamatan. Selain itu, ada 4 juta orang yang sudah merekam, sampai saat ini tercatat belum terima KTP el.

“Tahun ini, seluruh proses perekaman dan pencetakan e-KTP harus tuntas,” kata Mendagri.


Sumber :Puspen Kemendagri