Thursday, 5 May 2016

Limbah PT. Infineon Technologies mengandung Emas, Perak dan Timah hitam, Benarkah ? Ini penelusurannya

PT. Infineon Technologies Batam
PT. Infineon Technologies, @indojobs.info
Batam, Dimanika Kepri- Dari hasil sidak mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Komisi III Dprd Kota Batam beberapa waktu lalu, dari 6 perusahaan yang dianggap bermasalah dengan limbahnya, PT. Infineon Technologies adalah satunya. Dalam penelusuran awak media ini, ternyata ada salah satu perusahaan di Mukakuning  yakni Infineon Technologies Batam diduga  tidak pernah mengirimkan limbahnya kepada pengelola Limbah yang sebenarnya. Lantaran limbahnya mengandung bahan –bahan ekonomis alias layak jual.

Sebagaimana seperti yang disampaikan narasumber kepada media ini, menyebutkan bahwa  limbah dari perusahaan itu ditampung oleh pengelola limbah tak berizin.

katanya, biasanya  pihak perusahaan akan mengeluarkan biaya untuk  menyingkirkan limbah dari perusahaannya, namun ini beda, penampung  yang mengambil limbah  yang malah memberikan uang kepada pihak perusahaan. Bahkan dengan adanya hal ini, akibatnya telah terjadi persaingan antara sesama penampung limbah gelap  di perusahaan itu.

Katanya lagi, untuk bisa mengambil limbah dari perusahaan tersebut,  tidaklah mudah,  persaingan begitu ketat. Selain tergantung  kedekatan emosional kepada pengurus perusahaan, uang jaminan yang akan diberikan kepada perusahaan, juga sangat berperan.

“ Limbah Infineon Technologies Batam itu, limbahnya adanya limbah ekonomis, ada Emas, Perak dan ada timah hitam tapi diolah dahulu. Makanya ada banyak pemain limbah yang berebut ingin menjadi penampung limbah di perusahaan itu. Namun tidak gampang untuk  mendapatkannya, selain tergantung  kedekatan emosional kepada pengurus perusahaan, uang jaminan yang akan diberikan kepada perusahaan juga sangat berperan. Mengapa saya ketahui, karena saya sebelumnya sudah pernah menjadi penampung limbahnya, tetapi tidak lama, namun lumayan juga hasil, sebelumnya saya pernah mendapat 1 kg Emas, dan enggak tahu kenapa sekarang malah jadi orang lain yang mengambil limbahnya. Karena orang dalam yang kukenal di perusahaan itu, tidak bekerja disitu lagi.“ Kata anisial DD kepada media ini.

Selain itu, DD juga mengatakan, jam-jam keluarnya limbah dari prusahaan itu juga tidak tentu, kata dia biasanya limbah keluar pada  malam hari. Dan sekali 2 minggu limbah dari perusahaan ucapnya wajib dikeluarkan dengan sembunyi-sembunyi, lalu di bawah penampungnya entah kemana. Namun sepengatahuannya, limbah itu akan dibawah ke tengah hutan yang ada di Batam. Maka disanalah nantinya limbah itu akan disortir. Yang tidak ada nilai jualnya, akan dibuang. Namun limbah yang berupah jenis seperti suntik yang berisikan air raksa di kumpulin  lalu air raksanya itu dimasukan kesatu tempat wadah seperti drum  lalu diproses. Air raksa itu dibakar dengan cara dimasak sampai sekian ribu derajat. lalu untuk proses pemisahannya unsur logam dalam air raksa lalu menggunakan zat kimia yang paling berbahaya dicampurkan kedalam air raksa.

Ia mengakui bahwa aksinya itu memang sangat berbahaya karena berhubungan dangan bahan kimia. Namun dia tidak menampik jika resiko yang dihadapinya sesuai dengan hasilnya

Menanggapi limbah tentang  nilai ekonomis dari perusahaan manapun, Jeffry Simanjuntak Anggota Dprd Kota Batam, saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) pada hari Rabu, (4/5/2016), ia mengatakan, jika limbah itu memiliki nilai ekonomis, tidak masalah itu dikelola.

" Jika memang limbah itu memiliki nilai ekonomisnya, tidak masalah untuk dikelola namun pengelolaan yang dimaksud itu harusnya melaui ketentuan dan aturan yang berlaku." Kata Jeffry.

Kembali ke DD narasumber, ia mengatakan ketika ia masih menampung limbah dari PT.Infineon Technologies Batam dulu, ia mengaku melakukannya dengan sumbunyi-sumbunyi mengolah limbah itu di tengah hutan yang jauh dari pemukiman.

Bahkan ia mengaku dirinya pernah ketahuan dan didatangi beberapa orang ke lokasi kerjanya. Namun untuk memuluskan aksinya, dengan  terpaksa ia memberikan sejumlah uang untuk menutup mulut orang-orang itu agar tidak dilaporkannya dan dapat menghindari  dari tindakan hukum.

DD juga  mangatakan, Ia sadar apa yang dilakukannya saat itu telah melanggar hukum karena tidak memiliki izin apapun melakukan aksinya ,  dalam prateknya mengolah limbah itu ucap dia lagi, juga menggunakan zat kimia berbahaya untuk proses pemisahan usur logam dalam air raksa.

Sebelum menutup, ia mengatakan bahwa dirinya sudah pernah mendapatkan 1 kg emas dan puluhan kilo perak dan timah hitam dari hasil olah limbah PT. Infineon Technologies Batam itu. dan dia menjual hasil emas dan peraknya itu melaui pasar gelap (Black Market).

" Saya sudah pernah mendapatkan 1 kg emas dan puluhan kilo perak dan timah hitam lalu menjualnya melalui pasar gelap. harganya memang tidak seperti harga dipasaran namun hasil kerjanya cukuplah buat modal usaha lain. Tapi tidak menutup kemungkinan juga, jika perusahaan itu masih mau bekerja sama seperti dahulu, ya kenapa tidak." kata DD yang sudah lama meninggalkan kegiataanya Ekstreemnya itu.(Ag)

Editor : Agus Budi T