Wednesday, 4 May 2016

Kebobrokan kinerja Bapedalda kota Batam kedoknya mulai terbongkar, Perusahaan yang melanggar aturan masih disebut 'Taat' oleh M. Zani

Jeffry Simanjuntak, Anggota komisi III Dprd Kota Batam VS  M. Zani, Kasi Pengawasan Limbah B3 Bapedalda kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Dari hasil sidak yang dilakukan oleh komisi III Dprd kota Batam terhadap beberapa Perusahaan yang ada di Batam pada waktu lalu, terdapat ada beberapa perusahaan diketahui telah melanggar aturan dan  para perusahaan yang dimaksud itu, diudang untuk hadirkan Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) diruangan pertemuan komisi III Dprd kota Batam, Rabu, (4/5/2016).

Namun tidak semua perusahaan yang diundang tersebut, dapat mengindahkannya contohnya seperti PT. Amtek Engineering Batam yang beralamat di kawasan Industri Commo Batam Center. namun Jeffry akan mengundangnya kembali.

Dalam RDP yang diketuai oleh Jeffry Simanjuntak ini, Pertama kalinya dihadiri oleh PT. Hompong dari Mukakuning. Rini di dampingi Simen selaku HRDdari pihak perusahaan mengaku bahwa limbah seperti sarung tangan, Pengsheed, penyerkot  dan kain lap yang di pakai para pekerjanya sejak tahun 1992 sampai saat ini kata Rini, dicuci kembali.

" Itu dicuci kembali," kata Rini

Namun ketika Jeffry meminta penjelasan dari Kasubdit Pengendalian Lingkungan, Bapedalda Kota Batam terkait PT Hompong, M Zani, Kasi Pengawasan Limbah B3 Bapedalda kota Batam mengatakan bahwa PT. Hompong yang berlamat di Mukakuning itu adalah perusahaan yang " Taat".

Ketika mendengar pejelasan dari M.Zani, Jeffry sempat memotong ucapan Zani dan tensin sebab apa yang disebutkan Zani dalam RDP itu, tidak singkron dengan data yang sudah di dapatkan oleh Jeffri. Saat Jeffry bertanya benarkah demikian?  menjawab pertanyaan itu, Zani seperti berkilah, jawabnya, nanti saya cek kembali.

Ucapan M.Zani yang menyatakan PT. Hompong ''Taat" pada pertemuan itu, Diduga PT. Hompong taat memberikan upetinya sehingga, ia berani mengatakan jika perusahaan tersebut adalah perusahaan yang taat.

Padahal dalam pertemuan itu, terungkap bahwa sejak tahun 1992 sampai sekarang perusahaan itu tidak pernah melakukan sesuai aturan yang berlaku yakni sesuai UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terungkap, ternyata PT Hompong selama puluhan tahun ini tidak pernah sama sekali melakukan sesuai aturan. Jefrry Simanjuntak yang menjadi Ketua dalam Rapat itu mengatakan PT Hompong membuang limbahnya dengan sembarangan ketempat sampah. Mendengar itu, Rini pihak perusahaan malah tersenyum

Tidak sampai disitu, karena tidak ada penjelasan yang tidak tepat dari perwakilan perusahaan, Jeffry meminta untuk RDP selanjutnya, Direksi PT Hompong, bisa hadir.

Usai pertemuan itu kepada media Rini mengatakan tidak memahami dari pertemuan itu. bahkan Simen selaku HRD PT Hompong, mengisyaratkan kepada Rini agar tidak memberikan komentar apapun kepada media.

Ketika awak media ini menanyakan kembali apa maksud pernyataan M. Zani yang mengatakan PT. Hompong itu adalah perusahaan yang taat, kepada media ini , M. Zani tidak menjawabnya. dan Ia meminta agar menayakan hal Taat tersebut kepada pimpinanannya Ir. Dendi Purnomo.

" Tanya saja dengan pimpinan saya." kata M. Zani usai pertemuan

Terkesan sungguh aneh memang, Ia yang mengatakan pernyataan namun harus pimpinannya yang harus memberikan klarifikasinya. Namun itulah deliknya. Diduga Pihak PT. Hompong taat memberikan Upetinya kepada oknum Bapedalda Kota batam sehingga M.Zani berani dan berusaha menutupi semua kesalahan perusahaan tersebut.

Usai pertemuan itu, kepada Media, Jeffry menuturkan bahwa dari semua perusahaan yang diundang, PT Hompong adalah Perusahaan yang paling fatal dalam melakukan pelanggaran.

"Dari hasil sidak yang kami lakukan, PT Hompong ini adalah Perusahaan yang fatal pasalnya  TPS nya tidak sesuai dengan jumlah limbah B3. Selain itu sejak tahun 1992 sampai saat ini, tidak pernah melakukan pengiriman limbah B3 jenis contaminated rags nya kepada pengelola limbah B3.  Dan paling parahnya lagi, kami menemukan perusahaan ini juga menyimpan limbahnya dengan cukup lama." terang Jeffry. (Ag)

Editor : Agus Budi T