Friday, 13 May 2016

Kasus Alkes RSUD Embung Fatimah makin parah, Kasi Pidsus Kejari Batam kembali temukan data baru penyimpangan dana Alkes tahun 2014 senilai Rp 19,6 Miliar

M. Iqbal-kasi-pidsus-kejari-batam
M. Iqbal, Kasi Pidsus Kejari Batam, Tampak sedang memegang berkas hasil temuan tunjukkan kepada media.

Batam, Dinamika Kepri - Dr Fadillah Malarangan yang tersangkut dugaan korupsi terkait penggunaan APBN Tahun 2011 Pengadaan Alat kesehatan (Alkes) di RSUD Embung Fatimah, Batu aji, Batam, Kepri. tampaknya kini semakin terjepit. Pasalnya usut usut punya petugas penyidik dari Kejari batam yang menangani kasus itu, kembali menemukan bukti baru dengan adanya penyimpangan dugaan korupsi dengan kasus yang sama tentang pengadaan alat kesehatan dari APBN tahun di 2014 dengan kerugian Rp 19,6 Miliar.

Sebelumnya Dr fadillah Malarangan direktur RSUD Embung Fatimah ini, ditahan oleh pihak Mabes Polri. lalu ditangani oleh pihak penyidik Kejari Batam.Setelah memalui proses yang pangjang, penyidikan yang dilakukan oleh jaksa kembali temukan data baru dugaan korupsi perihal yang sama yaitu pengadaan alat kesehatan dari APBN namun pada tahun 2014.

Julahnyapun cuku mencengangkan yaitu dengan kerugian negara mencapai Rp 19,6 Miliar. Penemuan bukti baru ini ternyata berdasarkan hasil kerja dari penyidik kasus tersebut, yakni Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, M.Iqbal

Kepada media,  M.Iqbal, mengaku bahwa kasus ini sangat nenyita waktu dan sudah cukup lama berjalan, namun demi tugas ia mengatakan harus rela berbolak balik ke Medan, Bekasi dan Jakarta untuk nencari bukti-buktinya. 

Dan dari hasil kerjanya itu tentunya telah terbayarkan setelah menemukan data baru tentang penyimpangan pengadaan Alkes di RSUD Embung Fatimah anggaran dari APBN tahun 2014 yang merugikan negara Rp 19,6 Miliar.

Tambah Kasi Pidsus itu lagi katanya, untuk sudah saat ini pihaknya telah menemukan alat bukti sebanyak 303 bukti dengan dua tersangka, Dr Fadillah Malarangan, mantan direktur RSUD Embung Fatimah dan rekannya anisial RD

" Untuk saat ini pihak kita sudah menemukan sebanyak 303 alat bukti dengan 2 tersangka," kata M.Iqbal Kasi Pidsus kejari Batam.( 13/5/2016). (Cn)

Editor : Agus Budi T