Sunday, 1 May 2016

Hotel dibangun Row jalan, Walikota Batam diduga tak bernyali untuk menindaknya

Inilah Deretan bangunan yang ada di Row jalan di sekitar Penuin Nagoya. Bangunan ini terus dibiarkan berlanjut oleh pemerintah kota Batam, sementara kios angkringan untuk meningkatkan mikro usaha masyarakat, habis di babat.

Batam, Dinamika Kepri - Sejak Walikota Batam menertibkan beberapa titik kios angkringan di Batam, banyak warga yang sudah kehilangan uangnya merugi hingga puluhan juta rupiah. Pasalnya kios angkringan yang mereka baru beli, habis rata diluluhlantakan oleh petugas terpadu Pemko Batam.

Hampir 1 tahun lebih dari sejak tahun 2014 sampai 2016 awal, pertumbuhan pembangunan kios angkringan di row di Batam sangatlah cukup pesat.

Tidak tahu siapa oknum BP Batam dan oknum pemko  Batam yang bermain saat itu. Namun itulah faktanya pembangunan kios angkringan di row jalan marak di Batam.

Dan bukan kios angkringan saja, Hotel juga ada yang dibangun di Row jalan, yakni disekitaran Penuin Nagoya.

Tidak sampai disitu, hotel juga ada yang dibangun di ruang terbuka hijau (RTH) atau Row jalan, dan paling anehnya pembangunan hotel itu ternyata memiliki IMB, yang mana izin membangunnya itu dikeluarkan oleh Dinas Tata Kota Batam pada tahun 2015.

Terkait hal itu, sebelumnya kepada media, usai melakukan pertemuan dengan komisi I kota Batam beberapa waktu lalu, mantan Kadistako Batam, Gintayono mengatakan, bukan dirinya yang mengelurkan izin IMB hotel yang dimaksud. Alasannya, bahwa ia sudah lama pindah tugas dari Dinas Tatakota Batam.

"Boleh tanya dan di cek, siapa yang menandatanganinya. Kalau memang saya yang menandatanganinya, ya laporkan saja kepengadilan, karena saya sudah lama pindah dari Tatakota," kata Gintayono menjawab  para awak media ketika ia ditanya mengapa ada hotel dibangun di Row jalan dan memiliki IMB.

Pembangunan di Batam terus berkembang pesat terutama pembangunan di sektor pariwisata. Jangankan Row jalan, Mesjid dan Makam keramat pun digusur untuk membangun hotel.

Ada Pemko, ada BP Batam. Inilah modus yang disebut dualisme kepemimpinan. Sehingga mereka yang berkompenten bisa saling mengelak, jika dipertanyakan.

"Oh itu bukan wewenang kami, coba ditanyakan kepihak sebelah, karena mereka yang lebih tahu masalah itu."

Ya..Inilah jawaban yang kerap terdengar terlontar dari salah satu diantara Dualisme yang dimaksud itu, jika media mempertanyakan sesuatu yang menyangkut kebijakan jika tidak sesuai dengan aturan tentang Tata ruang kota Batam.  Sebab ini adalah masalah serius, kenapa hotel di izinkan dibangun di Row jalan. Layak untuk dipertanyakan

Namun, jika Penegak hukum serius untuk menindak lanjutinya tentu ini bukanlah hal yang sulit untuk mengungkapnya.

Hotel di bangun di row jalan masyarakat bertanya, mengapa bisa ada izinnya, rumusnya dari mana. Padahal Row jalan adalah  milik negara, milik semua orang dan bukan milik pribadi untuk disewakan maupun perjual belikan.(Ag)

Editor : Agus Budi T