Thursday, 19 May 2016

Guru Agama Dan Guru Olah Raga Sulit Jabat Kepala Sekolah ? Ini Penuturan Seorang Guru di Batam

Ilustrasi @ youtobe
Batam, Dinamika Kepri- Memilih pekerjaan sebagai guru adalah cita-cita banyak orang. Menjadi guru pendidik adalah pilihan. kendati demikian hendaknya, diantara guru jangan ada tebang pilih atau melakukan diskriminasi hingga terjadinya kesenjangan bagi sesama guru di negara ini. Bagaimanapun guru adalah tetap guru yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan yang layak sesuai dengan pengabdiannya. itulah harapannya.

Sangat ironis jika dikatakatan guru agama dan guru olah raga sulit bahkan tidak berhak untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah (Kepsek) padahal jika diketahui haknya sama. Namun itulah kenyataannya. Katanya walau sudah lama mengadi dan telah memiliki golongan pangkat yang cukup, belum tentu itu bisa terjadi. Sulit, bahkan bukan sulit lagi, memang itu tidak pernah ada sama sekali, walaupun ada, sangat kedcil kemungkinannya. Itulah yang terjadi, realita, ternyata kesenjangan diantara mereka sesama guru itu ada.

" Cerita pengabdian itu sah-sah saja, tetapi perlu di ingat, apapun ceritanya jika guru agama dan guru olah raga itu sulit, walau golongan pangkatnya sudah memadai, guru agama dan guru olah raga itu sangat sulit untuk mendapatkan jabatan sebagai kepala sekolah, jadi jangan banyak berharap. Jikapun ada kecil kemungkinannya." kata salah seorang guru yang sudah puluhan tahun mengadi di Batam yang namanya ini enggan dicantumkan, kepada awak media ini menuturkan, Kamis (19/5/2016).

Benar tidaknya ungkapan dari guru ini, namun sedikitnya telah membuka tabir bahwa ada kesenjangan diantara mereka (Guru). Kata dia ini cukup menarik jika media dapat menelusurinya mengapa itu bisa terjadi.

Pantuan media ini, di Batam sendiri ada banyak sekolah dari mulai tingkat sekolah dasar (SD), SMP dan setingkat SMU yang memperkerjakan tenaga guru honorer di bidang mata pelajaran guru agama dan guru olah raga. Biasanya setiap sekolah itu ada. Selain itu juga ada tenaga honorer bidang mata pelajaran lain. dan memang seperti itulah saat ini, banyak tenaga honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi namun tak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Terkait adanya tentang kesenjangan dilingkup karir guru ini, belum dapat dipastiskan apakah ini benar terjadi tentunya masih perlu penelusuran lebih lanjut mengapa hal ini bisa terjadi. Namun adanya info dari narasumber ini setidaknya dapat menjadi refrensi untuk penelusuran selanjutnya. (Ag)

Editor : Agus Budi T