Friday, 20 May 2016

Elpiji Subsidi 3 Kg dijual bebas di tempat tidak berizin, Kadisperindag : Saya tidak pernah minta uang untuk mengeluarkan izin

Rudi Sakyakirti.
Batam, Dinamika Kepri - Maraknya  penjualan Gas Elpiji Subsidi atau LPG (Liquefied Petroleum Gas) ukuran 3 Kg yang bukan pada tempat atau pangkalan berizin, ternyata selama ini tidak begitu diperdulikan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam. Hal ini terungkap setelah mendengar lansung peryataan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ESDM Kota Batam, Rudi Sakyakirti yang menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah mengetahui jika itu telah terjadi selama ini.

" Saya tidak tahu itu, baru tahu," kata Rudi Sakyakirti kepada awak media, Jumat (20/5/2016).     
 
Selain mengatakan tidak mengetahui, Rudi Sakyakirti pengganti Amsakar Ahcmad ini juga mengatakan bahwa dirinya tidak perlu tahu menahu tentang hal itu. Sangat ironis memang, Padahal seperti yang kita ketahui selama ini bahwa harga Elpiji sudah berfariasi akibat dari ulah para pangkalan nakal yang sengaja mendistribusikan gas Elpiji di Pangkalannya keluar lokasinya. Contohnya saja seperti di Simpang Barelang Batam, terlihat setiap warung kios disana menjual sedikit banyaknya ada 10 tabung gas Elpiji ukuran 3 Kg dengan harga Rp 25 ribu pertabungnya.

Aksi kenakalan para pangkalan Epiji jahat ini sudah lama berlansung, namun Rudi Sakyakirti mengaku tidak pernah mengetahuinya.Diduga pelanjut tugas Amsakar Ahcmad di Disperindag kota Batam ini, sudah buta hingga tidak dapat untuk melihatnya. Dan paling parahnya, ia mengaku tidak perlu untuk mengetahui hal itu.

Sebelumnya juga beredar ada isu yang menyebutkan bahwa sebelum Rudi Sakyakirti dianggkat menjadi kepala Disperindag, saat masih Kabag, disebut-sebut kalau dirinya adalah orang paling kerap melakukan Pungli kepada para orang yang hendak mengurus perizinan pangkalan Elpiji di kota Batam, akibatnya setiap orang yang mengurus izin panggkalan, harus rela merugi kehilangan uangnya hingga ratusan juta. Namun ketika awak media mempertanyakan benar tidaknya issu tersebut, Ia mengatakan itu tidak benar.

"Itu tidak benar, saya tidak pernah minta uang untuk mengeluarkan izin gas Elpiji." kata Rudi Sakyakirti lagi.

Mungkin setelah melihat ekstreemnya permainan Oknum Disprendag dilapangan selama ini, akibatnya pada hari Selasa (17/6/2016) lalu , Ucok Tambusai dari komisi II Dprd kota Batam melalui media juga sudah mengingatkan agar Disperindag kota Batam segera menangani dan mengakhiri segala permainan oknumnya dilapangan agar kesusahan masyarakat di Batam untuk mendapatkan Gas, bisa segera teratasi.

"Mudah-mudahan dapat segera dapat diatasi oleh Disperindag kota Batam, apalagi ini mau Ramadhan, Jangan tahunya keluarkan izin saja, namun tidak ada pengawasannya. Jika ini memang tidak dilakukan, saya siap di depan untuk menanganinya. " tegas Ucok Tambusai.(Cn)

Editor : Agus Budi T