Tuesday, 31 May 2016

Diupah Rp 2 Juta, Selain pemakai, Faisal juga jadi kurir narkoba

Faisal Bin Raja.
Batam, Dinamika Kepri -  Sepertinya Batam saat ini memang sudah menjadi surganya bagi para pengedar narkoba. Maka tidak heran ada banyak orang yang selalu berbenturan dengan hukum karena masalah narkoba. Padahal hampir setiap harinya, dari mulai penguna, pengedar, kurir antar negara maupun bandarnya selalu ditangkapi dan menjadi incaran petugas. Bahkan sudah banyak yang tertangkap, namun tetap saja tidak pernah habis-habisnya. Selain tidak pernah habis, kasus perkara yang disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, juga jika kalkulasikan sebanyak 80% nya adalah perkara kasus narkoba.

Dari sekian banyaknya kurir narkoba yang di telah ditanggkap di Batam, Faisal Bin Raja adalah salah satunya, Pada hari ini, Selasa (31/5/2016) sidang Faisal yang ke 3 nya digelar kembali di PN Batam. Dalam persidangan ini JPU juga menghadirkan saksi ahli dalam kasus tersebut.

Dalam persidangan sebelumnya, Paisal mengaku mendapat ibalan Rp 2 juta dari bandar yang bermana Salam yang berada di Batam yang mana saat ini masih DPO oleh polisi. Terdakwa ini pergi ke malaysia untuk menjemput barang haram jenis sabu itu, namun setelah kembali ke Batam yakni di pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Faisal ketahuan dan tertangkap oleh Bea dan Cukai usai melewati Ex-ray.

Dalam penangkapan yang dilakukan BC beberapa waktu lalu itu, Paisal kedapatan membawa 5 bungkus narkoba jenis sabu seberat 210 gram. Sabu itu ditemukan petugas yakni  2 bungkus di Tas rangselnya dan 3 bungkus di selana dalamnya. Selain itu, setelah sesampai di Maporesta, Paisal juga dites urine dan hasilnya menujukan Paisal positif menggunakan narkoba.

Dalam perkara ini Faisal dijerat UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika  Pasal 117 ayat (2) karena melakukan perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan II yang beratnya melebihi 5 gram, maka pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah.(Cn)

Editor : Agus Budi T