Saturday, 28 May 2016

Jika disebut sedang ' Modus' Solusinya adalah ' Positive Thinking'

ilustrasi @youtobe
Batam, Dinamika Kepri - Serba salah, tidak ditanggapi di sebut tutup mata, ditanggapi di sebut lagi sebagai modus pencitraan. Bingung, yang mana betul. jadi beban serba salah. Namun bagi pejabat yang memiliki yang benar-benar ingin membela kepentingan masyarakat, tentu hal itu akan membuatnya jadi penyemangat, membuktikan jika semua hal baik yang dilakukannya, bukanlah " Modus " belaka seperti apa yang dituduhkan.

Nah sebelum jauh membahas kata Modus, terlebih dahulu kita jelaskan apa itu maksud dan arti dari kata modus itu sendiri, MODUS, kata MODUS muncul sekitar awal tahun 2013, tidak tahu sipa orang pertama kali menyebutkannya hingga populer demikian. maka dari sejak itu kemudian menjadi tenar di media Sosial maupun di tengah masyarakat hingga sampai saat ini.

Kata MODUS memiliki banyak pengertian tergantung bagaimana seseorang itu mengartikannya. Ada yang menyebutkan bahwa MODUS itu adalah singkatan dari " Modal Dusta" artinya membohongi dengan ucapan agar orang lain percaya, maka istilah  Modus berarti ingin menipu orang dengan usaha sendiri dengan kepura-puraan dan tujuan tertentu.

Berangkat dari sejarah Indonesia, sebelum menjadi Presiden RI, Joko Widodo adalah pejabat yang pertama kalinya membuat gebrakan turun langsung ketengah-tengah masyarakat melihat keadaan yang sebenarnya apa yang sedang dialami rakyat .

Selain itu Ia juga tidak sungkan menyingsingkan lengan baju membuka sepatunya, masuk ke dalam selokan melihat langsung apa yang menjadi penyumbat selokan hingga mengakibatkan Jakata Banjir. Bukan di hal yang buat-buat ataupun untuk pencitraan semata, namun itulah niatnya. dimana itu dilakukannya disaat ia masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Melihat itu, Jokowi pun menjadi perhatian banyak orang diseluruh Indonesia maupun diseluruh dunia, ditambah lagi respon media bagitu baik, maka dari sejak itu Popularitasnya ikut melejit, bahkan ada banyak orang terutama para pejabat di daerah, terinspirasi ingin melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukannya. Namun terkendala, karena setiap pejabat daerah yang meniru cara kerjanya, pasti akan di sebut sedang meniru-niru, dan ekstreem pejabat itu akan disebut lagi sedang modus atau sedang pencitraan, Padahal yang dilakukan itu, nyata tulus.

Sama halnya seperti cara kerja Ahok yang saat ini tengah memimpin DKI Jakarta. Tentunya pasti ada banyak orang yang ingin meniru cara kerjanya, namun pejabat daerah di indonesia tentunya akan terkendala untuk melakukannya karena takut disebut masyarakat jika ia disebut sedang meniru-niru sosok seseorang atau ekstreem lagi, disebut sedang Modus pencitraan.

Maka dengan adanya kata modus yang begitu familiar saat ini, ditambah lagi kebebasan setiap orang berkomentar di Media sosial, lengkaplah sudah. Diduga kata modus ini menjadi faktor salah satu pemicu merosotnya perhatian seorang pemimpin untuk memperhatikan keluhan dari masyarakatnya. Mengapa? Ya seperti yang telah dituliskan diatas, " Dibiarkan dibilang tutup mata, ditanggapi dibilang Modus," tentu akan menjadi dilema. Serba salah. Terus bagaimana? jawabnya, itu tergantung bagaimana seorang pemimpin untuk menyikapinya. yang pasti 'Positive thinking' (Berpikir positive) adalah menjadi solusinya.

Tentunya, jika pemimpin itu mentalnya seperti baja, kata " Modus " bukanlah apa-apa, karena kata tudingan seperti hal itu, tidak bermakna arti baginya. Selain itu, pemimpin juga tahu, kalau masyarakat pastinya lebih cendrung akan menyudutkan ketimbang melihat dari sisi positifnya. mengapa, sebab itulah ciri khas masyarakat bangsa kita, Menilai sesuatu hal selalu dari sisi buruk saja. " dibiarkan dibilang tutup mata, ditanggapi dibilang modus alias pencitraan," serba salah, bingung jadinya!.(Ag)

Editor / Penulis : Agus Budi Tambunan