Friday, 6 May 2016

Di Jembatan 1 Barelang Tiket Parkir Rp 5000 persepeda motor, Juru parkir : Itu aturannya

karcis parkir sepada motor di Jembatan 1 BarelangBatam, Dinamika Kepri - Sejak libur dari hari Kamis, (5/5/2016) kemarin  siang, warga Batam bersama keluarga maupun para pasangan muda sudah tampak datang dan memadati Jembatan 1 Barelang silih berganti untuk berwisata memandang laut dari atas Jembatan 1 Teuku Fisabilillah yakni Jembatan terbesar dan termegah yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton.

Namun para pengunjung sedikit terusik dengan mahalnya harga tiket karsis parkir yang dipungut para juru parkir sepeda motor sekitar Jembatan. Bahkan sangat ironis lagi harga itu sudah dicamtumkan di karcisnya yakni Rp 5000 permotornya.

Kendati harga karsisnya sudah tergolong mahal namun tanggung juru parkir jawab atas kenyamanan parkir kendaraan, juga tidak bisa menjamin. kata juru parkir, apabila ada kehilangan bukan menjadi tanggung jawab mereka seperti yang tertera dalam karcis.

Kesannya bahwa keberadaan para juru pakir yang ada di sekitar Jembatan itu, seperti pemalak bagi pemilik kendaraan, memungut uang namun tidak ada tanggung jawab.

Ketika ditanya awak media ini kemanakah uang parkir itu akan disetorkan, jawab penjaga, katanya akan disetorkan ke kas daerah.

" Kami setor Rp 1000 ke kas daerah seperti yang tertera di karcisnya," kata seorang juru pakir, Jumat, (6/5/2016) kepada awak media ini.

Katanya mereka setor Rp 1000 ke kas daerah namun ia tidak menjelaskan ke kas daerah yang mana yang dimaksudkannnya. jika demikian maka selisihnya Rp 4000 lagi. terkait sisa itu, Ia juga tidak berkenan menjelaskan kemana penggunaannya. Dan yang paling sangat Ironisnya lagi, Karcis tiket parkir itu tidak memiliki nomor seri maupun nomor registrasi sah seperti yang dikeluarkan oleh Dinas perhubungan kota Batam. (Tampak seperti gambar diatas).

Besar dugaan bahwa mereka yang memugut uang parkir di Jembatan 1 Barelang itu, para pemalak yang tidak dapat ditindak oleh penegak hukum manapun di Batam, hingga keberadaan mereka ditempat itu tetap merajalela ada untuk meresahkan warga yang datang berwisata.

Pungut parkir dengan karcis namun karcis tidak ada nomor registrasi, Layak dipertanyakan. diduga ada pihak-pihak seperti oknum dinas Pariwisata dan Oknum Dinas perhubungan yang bermain di ranah ini.

Pantuan media selama 2 hari ini, dari sekian banyak pengunujung yang datang silih berganti, Taksiran pendapatan dari pungutan parkir disekitar jemabatan 1 yakni sekitar atau mencapai Rp 20 juta. karena libur selama 4 hari berarti  masih ada 2 hari lagi yakni Sabtu dan hari Minggu, diprekdiksi keseluruhannya totalnya mereka akan mendapatkan Rp 80 juta.(Cn)

Editor : Agus Budi T