Thursday, 12 May 2016

Ini contoh buruk dari oknum Disdik Kota Batam, Diduga ada penyuapan, Masih golongan III A dan III B, Namun sudah menjabat Kepsek di SMP

Batam, Dinamika Kepri - Tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh para oknum pejabat di dinas pendidikan Kota Batam saat ini. Sepertinya sikap dan prilaku oknumnya semakin lama semakin erornya saja pasalnya demi untuk memperkaya dirinya menghalalkan segala caranya.

Padahal Walikota Batam saat ini tengah sibuk dengan programnya untuk meningkatkan Pendapat Anggaran Daerah (PAD). Namun apa yang dilakukan para bawahannya. mereka saat ini juga tengah sibuk meningkatkan Pendapatan Anggaran Pribadi (PAP) masing-masingnya seperti yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan kota Batam yang semakin Ngaur. Pasalnya Instasi penggguna anggaran PAD dan APBN terbesar ini dapat meluluskan dua orang mejadi Kepala sekolah SMP yang mana golongan pangkatnya belum memadai yang masih memiliki golongan III A dan III B.

Manirudin. S.PdI yang masih Golongan III A menjadi kepala sekolah (Kepsek) di SMP 18 Pulau Jalo,  Kecamatan Belakang Padang,  sedangkan Mardiana Wati. S.PdI yang masih golongan pangkat III B menjadi Kepsek di SMP Negeri Pulau Terung Kecamatan Belakang Padang.

Padahal dalam aturannya Golongan III A dan III B dinyatakan itu belum layak secara memenuhi persyaratan Administrasi untuk menjadi kepala sekolah SMP di Kota Batam Tahun  2016. Namun entah mengapa hal ini masih saja dikangkangi oleh oknum yang meloloskannya.

Dengan adanya hal seperti ini, tentunya beragam tanggapan dari kalangan masyarakat Batam, warga mengatakan sejak Rudi memimpin semua mejadi aneh. Golongan III A dan III B lolos administrasi jadi Kepsek SMP, rumusnya dari mana.

"Golongan III A dan III B lolos administrasi jadi Kepsek SMP, tentunya layak dipertanyakan kok bisa? rumusnya dari mana, emang dibayar berapa itu oknum yang meluluskannya, heran deh..sejak Rudi memimpin Batam makin aneh." kata seorang warga Batam menanggapinya.

Selain itu, menanggapi ada kejadian aneh ini, H. Fauzan dari Komisi IV Dprd Kota Batam kepada media mengatakan ucapnya, itu sudah biasa dan sudah menjadi budaya kita.

"Itu sudah biasa dan sudah menjadi budaya kita, dan sudah seharusnya pemerintah harus tegas mengenai pendidikan di kota Batam ini. Jika pemerintah salah menempatkan, Ya..maka kota Batam tidak akan pernah maju. Memang soal  titip menitip itu sudah menjadi budaya kita. Namun kepala sekolah yang melakukan titipan harus mempunyai kafasitas dan juga mempunyai ketentuan." Ucap H.Fauzan. disela waktunya usai melakukan RDP dengan 4 SKPD yang ada di kota Batam, Rabu, (11/5/2016). kemarin.(Cn)

Editor : Agus Budi T