Wednesday, 18 May 2016

Begini cara guru di SMP Negeri 51 Batam mengontorol prilaku muridnya diluar jam sekolah, Yang punya akunt sosmed, Wajib gabung


Aris Djafril. S.Pd, Kepala sekolah SMP Negeri 51 Batam.
Batam, Dinamika Kepri- Perkembangan dunia technology berbasis Internet saat ini memang sudah cukup pesat dan sangat memperihatinkan terutama bagi anak-anak dibawah umur  apalagi anak tersebut terlepas dari control pantuan orang tuanya.tentunya tidak bisa dibayankan.

Sebelumnya untuk mengakses Internet hanya dapat dilakukan melalui perangkat Komputer saja. Namun seiring berjalannya waktu, saat ini telah dapat diakses melalui perangkat sejenis perangkat Phon Celular (Ponsel) yang memiliki aplikasi Androit.

Selain itu di dunia maya ada banyak fitur-fitur Aplikasi Konten dewasa yang terpampang di Google Play (Google store). Nah jika ini tidak segera diawasi, tentu akan membawa dampak buruk bagi setiap anak yang mengaksesnya, apalagi yang  anak yang dimaksud masih di bawah umur,  panjang urusannya dan memang harus diawasi.

Setiap anak yang  memakai HP Androit walau di jaga bagaimanapun, tetap saja bisa saja bisa mengaksesnya, pasalnya dengan siapa saja bisa mengaksesnya dengan cara tidak sengaja. Saat ini di dunia maya, ada banyak Malware yang bergentayangan dengan link-link situs tersembunyi yang  berisikan  konten dewasa dan masuk menyusup link yang sama sekali sebelumnya tidak mengandung konten dewasa, namun  ketika di klik masuknya malah ke Link situs yang tersembunyi mengandung konten dewasa tersebut. Pertanyaannya, Amankan anak di umur menggunakan Ponsel Androit? 

Begitulah yang sering terjadi, walau sudah di wanti-wanti namun masih saja akan terklik. Selain itu, Media sosial Facebook (FB) juga perlu di waspadai pasalnya ada banyak orang pengguna lain juga kerap sengaja memosting konten-konten dewasa di FB.

Melihat hal itu bagaimana cara Pihak guru di SMP Negri 51 Batam mengantisipasinya? ini penuturan dari Kepala sekolah SMP Negeri 51 Batam, Aris Djafril. S.Pd  katanya untuk memantau para muridnya di jejaring social, mereka telah membuat terobosan baru dengan mewajibkan setiap didiknya yang memiliki Akunt FB dan Tweeter harus bergabung dengan Group akun FB dan Tweeter milik sekolah SMP Negeri 51 tujuannya agar para guru-guru yang mengajar di tempatnya bertugas dapat melihat, mengawasi dan mengontrol apa saja status dan konten yang diposting oleh murid didiknya di FB.

Kata Aris, mantan kepala sekolah SMP Negeri 18 Pulau Jalo ini mengatakan, jika ada murid didiknya yang melenceng seperti membuat status kata-kata kotor,  menggunggah foto dan Video yang tidak patut, pasti besoknya  akan segera ditegur guru dan memberikan pemahaman agar yang bersangkutan tidak mengulanginya.

"Ya..kami sangat peduli dengan hal itu, makanya disetiap jam pelajaran, tidak ada murid yang di izinkan membawa HP Type Androit ke dalam ke dalam ruangan kelas, termasuk juga HP yang memiliki memory card . Dan untuk mengawasi prilaku murid didik diluar sekolah kami juga membuat akunt FB yang bernama  "Mading limasatu" dan murid yang memiliki Akunt FB wajib bergabung  agar sesama guru dan murid bisa berintraksi dan saling mengawasi antara satu dengan yang lain. Nah jika ada murid  yang melenceng,  seperti membuat status kata-kata kotor,  menggunggah foto dan Video yang tidak patut, besoknya guru disini akan menegur murid tersebut , Ia akan diberikan pemahaman agar tidak mengulanginya." kata Aris yang sudah 2 tahun menjabat sebagai kepala Sekolah SMP Negeri 51 di kavling baru Senjulung Kabil, Punggur, Batam ini.

Ternyata untuk melindungi murid didiknya dari prilaku yang kerap terjadi saat ini, Dalam waktu dekat kata dia pihaknya juga akan mengundang pisikolog untuk memberikan penyuluhan kepada para murid didiknya serta penyuluhan kepada para orang tua muridnya. Ketika ditanya mengapa harus mengundang pisikolog, jawab Aris, karena pisikolog adalah memang ahlinya dalam hal itu.

“Untuk hal menghindari yang tidak diingin seperti yang kerap terjadi saat ini, Sebelumnya pihak dari kepolisian juga sudah pernah memberikan penyuluhan kepada murid-murid sini, Alhamdulilah. Namun terlepas dari itu kita juga selalu menyipsipkan penyuluhan kepada murid agar tidak mudah percaya kepada siapapun,  apalagi terhadap orang baru dikenal. Dan untuk melengkapi semua itu, dalam waktu dekat ini juga, Kita dari pihak sekolah akan mengundang seorang Pisikolog untuk memberikan penyuluhan kepada murid dan kepada orang tua murid. Ya karena Pisikolog memang ahlinya dalam memberikan penyuluhan karena murid mempunyai krakter yang berbeda-beda, apalagi murid yang kita didik masih dibawah umur  tentu  pisikolog itu lebih tahu apa yang dilakukan bagaimana cara memberikan pemahaman agar bisa diterima setiap anak. Terlepas dari jam sekolah, peran orang tua murid  dituntut lebih berperan penting agar dapat  selalu mengawasi setiap langkah dan mengawasi perkembangan anak.” kata dia, Rabu, (18/5/2016) di sela waktunya.

Tambahnya lagi,"Memang secara akademik, setiap murid yang kami didik, adalah tanggung kami, itu jika masih di jam sekolah, namun jika sudah diluar jam sekolah itu adalah tanggung jawab para orang tuanya. Walau demikian, kami para guru tidak lepas tanggung jawab hanya sebatas di jam sekolah saja, kami berupaya tetap mengontrol mereka, makanya kami sengaja membuat group Mading limasatu itu, tujuannya  untuk mengawasi mereka dari dunia maya. Ya., harapannya, semoga  para orang tua murid senantiasa bisa tetap selalu berkerja dengan kita." Tandas Aris Djafril. S.Pd mengakhiri.(Ag)

Editor : Agus Budi T