Tuesday, 3 May 2016

Aliran dana CSR perusahaan di Batam semakin tidak jelas

Udin-p-sihaloho
Udin.P. Sihaloho, SH. Anggota Komisi IV Dprd kota Batam
Batam, Dinamika Kepri - Sebagaimana kita ketahui, ada banyak perusahaan yang ada di Batam dan sudah saatnya layak dipertanyakan, kemana saja semua dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahan dialirkan selama ini. 

Apakah dana CSR tahunan dari perusahaan itu hanya dinikmati oleh sekumpulan para perangkat-perangkat oknum pemerintah, atau mungkin juga hanya dinikmati para perangkat desa? Lurah, RW dan RT? Mestinya ini sudah layak dipertanyakan kemana dana CSR itu dialirkan. 

Bahkan yang paling sangat tragisnya lagi, informasi yang diterima media ini menyebutkan ada salah satu oknum anggota Dewan kota Batam yang juga ikut menikmati secara pribadi dari dana sosial dari perusahaan, yang mana dana CSR itu diterimanya dari setiap perusahaan yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil) nya.

Kendati banyak dugaan kongkalikong antara pihak perusahaan nakal dengan orang-orang atau oknum-oknum tertentu yang mungkin telah merasa dirinya telah memilki power yang hebat dan berkuasa, namun tidaklah semua perusahaan melakukan hal demikian, Masih ada yang jujur, contohnya saja seperti perusahan milik Amerika, PT. Mc Dermot yang mengerjakan proyek Modul yang beralamat di Batu Ampar, Batam. Perusahaan ini setiap tahunnya rutin memberikan dana CSR nya kepada masyarakat serta melakukan  acara-acara yang bersifat kepentingan umum seperti melakukan penghijauan dengan menanam pohon.

Menanggapi semakin minimnya Dana CSR yang tranfaran saat ini, disela waktunya Udin.P. Sihaloho anggota komisi IV Dprd kota Batam, membenarkannya. Ia mengatakan, itu benar, kepada media ia juga memberikan apresiasi kepada PT. Mc Dermot dimana selama ini selalu transfaransi menyalurkan dana CSR kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. Namun ia juga  menyangkan adanya Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Kota Batam, karena tidak berjalan sesuai apa yang diharapkan.

Selain itu Udin juga sangat menyangkan dengan maraknya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh sekelompok orang  kepada perusahan-perusahan yang ada di Batam. Kata dia, dengan adanya hal seperti itu telah membuktikan bahwa Perda kota Batam saat ini, sudah mandul.

"Percuma ada Baperda DPRD Kota Batam maupun peraturan daerah (perda), namun tampaknya saat ini sepertinya sudah mandul, karena tidak dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan." kata dia kepada, Selasa, (3/5/2016).

Namun ia juga berharap, bahwa kedepan nantinya semua pihak dapat bekerja mewujudkan dengan baik melaui Baperda dimana akan segera melakukan evaluasi peraturan daerah (perda) tentang hitungan dana CSR serta akan segara melakukan konsultasi dengan pihak- pihak perusahaan agar lebih peduli, karena  dan CSR adalah bukti kepedulian setiap perusahaan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan. (Cn)

Editor : Agus Budi T