Wednesday, 11 May 2016

Empat tahun dana CSR tidak jelas, PT.Tekno 2 dan Warga sekitar perusahaan di pertemukan

RDP di komisi I Dprd kota Batam.
RDP di komisi I Dprd kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri- Masyarakat Kampung Panau dan pihak PT. Tekno 2 perusahan yang berlamat di Sekitar Kabil Telaga Punggur, Rabu (11/5/2016) bersama Anggota komisi I Dprd kota Batam melakukan Rapat Dengar pendapat (RDP) guna membahas air limbah yang menggenangi pemukiman warga sekitar dan untuk membahas responsive perusahaan tentang dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warga sekitarnya.

Dalam RDP yang di ketuai oleh Ruslan  M.Ali Wasim ini, Warga kampung Panau mengharapkan agar pihak perusahaan dapat lebih mengutamakan warga setempat menjadi karyawannya dari pada dari daerah lain.

Menanggapi permintaan dari warga itu, dalam rapat, Inanta Sembiring selaku Manager Producion yang mengaku masih dua bulan bekerja di Perusahaan itu menjawab katanya akan lebih mengutamakannya jika warga tempatan, yang memiliki keahlian (Skill) dari pada dari tempat lain.

Terkait masalah dana CSR yang tidak pernah diberikan selama 4 tahun terakhir ini kepada warga sekitar, Inanta menyebutkan akan melakukan Kordinasi dahulu kepada atasannya. Kendati demikian ada kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan. Namun tidak tahu kapan waktunya akan direalisasikan.

Selain itu, perusahaan yang beralamat di Pertamina Tongkang Kabil, Punggur yang sangat dekat dengan SMK 6 ini. Pihak sekolah meminta agar murid didiknya juga dapat di terima PKL di PT. Tekno 2 itu dan juga pihak perusahaan dapat segera menangani air yang mengalir dari dalam PT yang selama ini selalu menggenangi sekitar sekolah.

Musofa yang ikut Nimbrung dalam RDP itu juga sempat mengatakan PT. Tekno 2 adalah penghianat bangsa. Selain itu, Harmidi Umar Husen. SH juga sempat berkuat suara dalam rapat karena menilai ada berkas yang tidak sesuai prosedur hukum. Harmidi juga mengatakan menjelaskan peran mereka (Dprd=red) dalam RDP itu. Kata dia kepada pihak perusahaan dalam RDP itu, mereka adalah sebagai penengah (Mediator) bukan pengambil keputusan (Eksekutor).

"Perlu diketahui, kami disini adalah sebagai mediator bukan Eksekutor dan itu memang perlu diketahui. Disini tempatnya untuk menampung aspirasi masyarakat." pungkas Harmidi.

Sebelum mengakhiri Rapat, Ruslan Ali M.Ali Wasim.SH juga mengatakan dalam waktu dekat  ini akan melakukan sidak keperusahaan PT.Tekno 2.

Usai pertemuan dilakukan kepada media ini, Inanta Sembiring mengatakan akan lebih mengutamakan warga sekitar sebagai karyawan jika memiliki keahlian. Namun untuk saat ini belum bisa dilakukan pasalnya perusahaan tempat ia bekerja lagi tidak beroperasi.

"Itu pasti, kita akan lebih mengutamakan warga sekitar, namun harus memiliki keahlian, lagian saat ini perusahaan sedang tutup," kata Inanta Sembiring.

Ditempat terpisah, salah satu warga yang selama ini lamarannya kerjanya tidak direspon perusahaan mengatakan, bahwa apa yang disampaikan Inanta Sembiring mengatakan perusahaan sedang tutup, kata dia, itu bohong.

"Mana ada tutup, dia itu bohong, PT. Tekno 2 beroperasi terus." kata pria yang lamarannya tidak pernah ditanggapi perusahaan yang dimaksud.(Ag)

Editor : Agus Budi T