Saturday, 16 April 2016

Wah, Ternyata di Batam masih ada saja yang berani mendirikan bangunan di bawah Sutet, Ini buktinya

Bangunan rumah warga tepat di awah Sutet
Bangunan rumah warga tepat di bawah Sutet di Tanjung Buntung.
Batam, Dinamika Kepri - Seperti tampak pada gambar diatas, tampak warga di Tanjung Buntung, Batam, Kepri, terlihat sedang melakukan pembangunan rumah, Sabtu (16/4/2016). Padahal posisi bangunan rumah itu sangat berbahaya karena tepat sekali berada di bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PLN.

SUTET atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi adalah merupakan media pendistribusian listrik oleh PLN berupa kabel dengan tegangan listriknya dinaikkan hingga mencapai 500kV yang ditunjukkan untuk menyalurkan listrik dari pusat pembangkit listrik menuju pusat-pusat beban yang jaraknya sangat jauh.

Padahal mendirikan bangunan di bawah Sutet sangatlah berbahaya. Dimana medan listrik di bawah jaringan dapat menimbulkan beberapa hal, antara lain, Menimbulkan suara/bunyi mendesis akibat ionisasi pada permukaan penghantar (konduktor) yang kadang disertai cahaya keunguan, bulu/rambut berdiri pada bagian badan yang terpajan akibat gaya tarik medan listrik yang kecil, lampu neon dan tes-pen dapat menyala tetapi redup, akibat mudahnya gas neon di dalam tabung lampu dan tes-pen terionisasi, dan yang terakhir adanya kejutan lemah pada setiap sentuhan pertama terhadap benda-benda yang mudah menghantar listrik seperti atap seng, pagar besi, kawat jemuran dan badan mobil.

Untuk jarak amannya, Sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang pendirian sutet yaitu SNI 04-6918-2002 tentang ”Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada SUTET”. SNI mempunyai pendapat yang berbeda dengan kepmen ESDM di atas mengenai jarak ruang aman, yaitu dengan  Jarak bebas umum Vertikal dari konduktor dengan bangunan, yaitu 9 meter untuk SUTET dan  Jarak bebas minimum horizontal dari sumbu menara, yaitu 22 meter untuk SUTET 500 KV sirkit tunggal dan 17 meter untuk SUTET 500 KV sirkit ganda.
 

Maka melihat hal aneh ini, diduga ada pembiaran dari pihak yang berkompeten yaitu BP Batam selaku pemberi kebijakan atas lahan. Namun setelah ditelusuri, ternyata lahan pembangunan rumah itu belum memiliki surat legalitas yang sah dari BP Batam, alias masih memilki surat hibah saja.Wajar jika bangunan rumah di Sutet itu tidak diketahui oleh pihak BP Batam.

Dan paling parahnya lagi disekitar lahan itu juga ada plang betuliskan, " Dilarang melakukan kegiatan apapun  dilokasi/diatas tanah ini, karena masih dalam perkara perdata di Pengadilan Tinggi Pekanbaru". 

Kendati ada plang bertuliskan demikian, namun sudah ada orang manawarkan dan akan menjual lahan itu kepada khalayak melalui media sosial facebook(FB) dengan seruan tulisnya, " Lahan kavling baru buka 8x12m harga Rp 35juta, lokasi strategis, minat hub 08126612xxxx Tq admin". (Ag)

Editor : Agus Budi T