Tuesday, 5 April 2016

Tak mau kedaulatan NKRI dicedarai di Natuna, Banser dan GP Ansor Kepri, Protes dengan membakar replika bendera China

Tampak tengah membakar Replika Bendera China, Foto/dok/Lamhot. N
Batam, Dinamika Kepri – Sejak terjadinya perseteruan di perbatasan di laut Cina selatan antara Indonesia dan negara China di perairan Natuna saat ini, ternyata tidak hanya membuat Pemerintah indonesia menjadi terusik. ternyata Masyarakat pun kini juga telah ikut terusik karena sikap China kepada Indonesia dinilai masyarakat Kepri sudah semakin menjadi-jadi. serta tidak bisa ditorelir lagi.

Melihat hal itu, sebagai bentuk protes, Senin siang, (4/4/2016) di KDA Batam, Center, ratusan anggota Banser dan gerakan pemuda Ansor Nahdatul Ulama provinsi Kepri  berkumpul menyatukan visinya yaitu menolak tindakan China yang kerap mengklaim wilayah perairan Natuna sebagai wilayahnya. Sebagai kekecewaan, Banser dan gerakan pemuda Ansor juga  membakar replika bendera China.
 
Selain itu, Ormas Kepemudaan ini juga menyebutkan, bahwa mereka siap diterjunkan apabila negara memanggil mereka untuk berperang untuk berperang Melawan China.


Dan paling yang mereka kecam adalah juga untuk  memprotes penangkapan tindakan sewenang wenang Nelayan China yang melalukan penangkapan ikan di wilayah perairan Natuna dan Anambas.

Dalam ikrarnya, anggota Banser dan GP Ansor mengatakan ini juga menyatakan sikap siap kapan saja apabila negara membutuhkan mereka, sebab sesuai Slogan mereka, “ Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” adalah harga mati.



“ Saat ini Banser dan GP Ansor sedang melaksanakan kaderisasi bela negara ditingkat kecamatan, Kabupaten dan kota diseluruh provinsi Kepri. Dalam waktu dekat banser juga akan mengadakan pelatihan di kabupaten Natuna dan Anambas. Banser juga akan selalu siap kapan saja, apabila negara memanggil untuk berperang. Ini tidak bisa ditawar-tawar, karena NKRI adalah Harga mati. ” tegas Iwan Hartono, Kasatwil Banser, Kepri

Selain itu, Banser juga  beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh kapal-kapal nelayan China dan juga kapal patroli China di wilayah perairan Natuna dan Anambas adalah tindakan yang mencederai kedaulatan negara Indonesia.

Maka oleh karena itu, kata mereka lagi, anggota Banser khususnya Banser di wilayah Kepri, adalah wilayah yang memang terdepan dengan Natuna, siap mati untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. (Ln)

Editor : Agus Budi T