Wednesday, 6 April 2016

Pasportnya ditahan Jaksa, Muhammad Rosit Bin Kosim warga Singapura ini, Mengaku terpaksa terlantar di Batam

Muhammad Rosit Bin Kosim.
Batam, Dinamika Kepri- Sudah 2 bulan ini, Muhammad Rosit Bin Kosim yang berkewarga negaraan Singapura ini, mengaku dirinya terlantar di Batam.

Selain itu Ia juga mengatakan sudah dua bulan ini baru bebas dari penjara menjalani hukumannya dari lapas, atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh istri mudanya bernama Lidia yang saat ini bermukim di Kavling Dapur 12 Kecamatan Sagulung, Batu Aji, Batam, Kepri.

Kendati dirinya katanya sudah menghirup udara bebas, sang istri yang sudah diberikannya banyak harta itu katanya, tidak mau lagi menerimanya.

Ketika ditanya apa respon dari keluarganya yang ada di Batam atas kebebasannya, ia malah tampak menunjukkan wajah kecewanya. katanya itu tak payah cakap.

"Oh masalah bini, itu tak payah cakap, apa saya kurang baik selama ini, semua sudah saya kasih, sampai 27 kavling saya kasih, apa belum cukup." kata Rosit kepada media ini, usai bertemu seorang jaksa di Kantor Kejari Batam, Rabu sore, (6/4/2016).

Ketika ditanya lagi apa yang sedang dilakukannya hingga datang ke kantor Kejari Batam, Ia mengatakan ingin mengambilkan Pasportnya yang sebelumnya ditahan Jaksa karena kasus KDRT yang di tuduhkan istrinya padanya. Namun saat itu katanya jaksa yang ditemuinya, tidak memberikannya.

"Sudah dua bulan ini saya bebas dari lokap, sekarang saya banyak susah pasal nak balik Singapur pun tak boleh, Pasal jaksa pun masih menahan tak mau kasih saya punya Pasport. katanya jaksa belum ada rekom dari pengadilan, makanya pasport saya masih ditahan." kata Rosit

Terkait kehidupan pria tua ini, Informasi yang diterima media ini menyebutkan bahwa Rosit Bin Kosim biasanya sehari-harinya terlihat sering berada di sekitaran Jodoh Batam, dan jika sudah malam, Ia sering tidur digerobak para pedagang.

Kehidupan pria keturunan India Melayu ini, terlihat sangat memperihatinkan, selain hidupnya tampak seperti serba kesusahan, Ia juga mengaku sudah sakit-sakitan. katanya tidak ada yang memperhatikannya, padahal sewaktu ia sering keluar masuk Batam-Singapura dahulu, banyak orang yang berusaha ingin dekat dengannya. Beda dengan sekarang, semua hilang menjauh.

Pantuan media ini sebelumnya, ada banyak orang yang sangat dekat dengannya, itu terlihat ketika Ia saat menjalani proses sidang KDRT di Pengadilan Negeri Batam pada tahun 2015 yang lalu.  Namun kini orang biasa menemaninya itu sudah tidak terlihat lagi.

Dan sebelum ia pergi dengan kesalnya meninggal Kantor Kejari Batam, kepada awak media ini ia berpamitan dan mengatakan, Ok bang, saya jalan dulu, saya ingat hari ini pasport tak boleh dapat, kata Rosit Bin Kosim dengan wajah sedihnya. (Ag)

Editor : Agus Budi T