Wednesday, 6 April 2016

Ngerih!, Sebut BB sabu 351 gram, JPU ini mengaku khilap, Jaksa tuntut 7 tahun, Hakim vonis 5 tahun

Imanuel Tarigan.SH
Batam, Dinamika Kepri-Terkait pemberitaan tentang Choky alias Ucok yang sudah di vonis 5 tahun penjara di pengadilan negeri Batam, kemarin Selasa, (5/6/2016) dimana usai persidangan itu, kepada media ini ketika ditanya berapa berat barang bukti sabu yang di miliki tersangka, jaksa penuntut umum (JPU), Imanuel Tarigan.SH menyebutkan, kalau tersangka memiliki barang bukti narkoba jenis sabu seberat 351 gram.

" Barang buktinya 351 gram," kata dia

Namun setelah dipastikan kembali, karena tidak singkron pada pernyataan panitra, Rabu, (6/4/2016) JPU, Imanuel Tarigan.SH yang bertugas sebagai penuntut dalam sidang itu, kepada media ini kembali mengklarifikasi pernyataannya tersebut. Kata dia, Barang bukti (BB) yang di miliki tersangka, bukan 351 gram melainkan 18 gram.

" Saya mengklarifikasi pernyataan saya yang kemarin, BB nya bukan 351 gram, tapi 18 gram. Maaf kemarin itu saya salah presepsi saya kira yang ditanya kasus yang lain." terang Imamuel memastikan.

Sebelum menutup perbincangannya, kepada awak media ini, Jaksa ini juga mengatakan, bahwa tersangka dijerat sesuai denga UU pasal 114 ayat 2 Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam sidang putusan kemarin, tersangka Choky alias Ucok telah di vonis hukuman 5 tahun penjara dan di denda Rp 1 Miliar. Bahkan Jaksa ini juga membenarkan jika tersangka adalah seorang pengedar.

Selain itu,  sebelumnya JPU menuntut tersangka selama 7 tahun penjara, Namun hakim malah memonisnya 5 tahun penjara, dan memberi keringanan 2 tahun dari tuntutan.

Ketika ditanya lagi, mengapa hukumannya lebih ringan dari tuntutan, Jaksa ini mengatakan, mungkin hakim ada pertimbangan.

"Kalau putusankan wewenang pengadilan, mungkin hakim ada pertimbangan lain, seperti pelaku mengakui, Ia seorang kepala rumah tangga dan baru sekali itu pelaku melakukannya. Ya dia pengedar," kata dia lagi  

Padahal jika di singkronkan dengan UU yang dimaksud, tuntutan maupun putusan yang dikenakan terhadap pelaku itu, sangat tidak mengena, apalagi saat ini pemerintah indonesia telah menyatakan sikap berperang terhadap narkoba. Namun di Batam kesannya tidak tampak. Ada dugaan jika sikap perang terhadap narkoba tersebut, belum sampai ke Batam.(Ag)

Esotor : Agus Budi T