Monday, 18 April 2016

Sepertinya mulai takut, ISIS kirim surat kepada Al - Nusra minta kesepakatan damai

Peta komplik, @Masdar News
Internasional, Dinamika Kepri - Angkatan Darat Suriah (SAA) dan komite Palestina di Camp Kabupaten Yarmouk kembali  memaksa Negara Islam Irak dan Al-Sham (ISIS) dan Jabhat Al-Nusra (Syrian kelompok Al-Qaeda) untuk mempertimbangkan dilakukannya perdamaian.

Dikutip dari en.abna24.com, Pada hari Minggu (17/4/2016), sebuah komite warga yang mengatasnamakan Yarmouk bertemu dengan Emir dari kedua Jabhat Al-Nusra dan ISIS membahas untuk menegosiasikan tentang gencatan senjata selama tiga jam yang akan memungkinkan korban bagi warga sipil dan segera untuk melakukan memberikan bantuan kepada warga terjebak di tengah pertempuran itu dapat diterima dan diharapkan dapat segera diakukan.

Setelah kesimpulan dari pertemuan itu, atas Emir ISIS di Yarmouk Camp juga mengirim surat kepada perintah Jabhat Al-Nusra yang menawarkan mereka sebuah perjanjian perdamaian terbuka, jika mereka akan menarik diri dari Al-Bassil Pool area, Al-Ja'ouneh Street, dan jalan Haifa.

Sebagai imbalannya, ISIS setuju akan menarik diri dari Farn Hamdan dan daerah Al-Tabega termasuk yang ada di sekolah di sektor selatan Yarmouk Camp  Jabhat Al-Nusra.

Namun, Jabhat Al-Nusra melakukan menuduh ISIS dari menembaki dua anak di depan Masjid Palestina, Tuduhan ini dikuatkan oleh penduduk setempat, yang menyatakan bahwa seorang anak berusia 15 tahun tewas ditembak pada hari Minggu.

Begitu juga sebaliknya, ISIS juga menuduh Jabhat Al-Nusra telah membunuh tiga pejuang mereka ketika korban tengah mencoba menyelinap masuk ke 15th Street.

Sbagaimana dikabarkan, bahwa diantara orang mati tetertembak pada 15 Street itu adalah seorang Emir ISIS yang diidentifikasi sebagai "Abu Dawoud Al-Yamani" dari pinggiran Damaskus dari Hujirah.

Sementara itu, di persimpangan antara Loubya Street dan Ja'ouneh Street, komite Palestina yang didukung oleh artileri Arab Angkatan Darat Suriah resimen, mampu menerobos masuk ke selatan menuju Palestina Bundaran, setelah pertempuran kekerasan dengan ISIS.(*)

Editor : Agus Budi T