Friday, 1 April 2016

Inilah sosok dari Hatanto Reksodipoetro, Kepala BP Batam yang baru

Hatanto Reksodipoetro
Batam, Dinamika Kepri - Hatanto Reksodipoetro memang sudah begitu lama bertugas sebagai  Atase  Perdagangan diberbagai Negara-negara luar negeri. Maka dari semua pengalamannya, tentunya tidak perlu diherankan mengapa Hatanto Reksodipoetro ini, dipercaya pemerintah pusat dan dewan kawasan untuk memimpin BP Batam, mungkin karena track recordnya jelas, ia seorang pekerja, bukan aktivis maupun politisi. "Selamat bertugas Pak."

Nah kalau begitu, Yuk kenali siapa sosok  ketua Bp Batam yang baru ini. Sebelumnya Hatanto Reksodipoetro Lulus pendidikan tinggi di Indonesia (Fakultas Ekonomi UI) dan Amerika Serikat (Kennedy School of Government, Harvard University).Sejak awal kariernya Ia dibina di pemerintahan, dengan menjadi pegawai negeri di Departemen Perdagangan RI.

Bermula dari Lembaga Pengembangan Ekspor Nasional (LPEN) ia mendalami segi negosiasi perdagangan yang diyakininya sebagai peralatan utama dalam mengembangkan Kebijakan Publik disektor  Perdagangan Luar Negeri yang membela kepentingan  nasional.

Sejak kembali  dari  penugasan  pemerintah  sebagai  Atase  Perdagangan  di  Brussel,  Belgia, ia juga telah memelopori pembentukan kebijakan perdagangan luar negeri yang membela kelangsungan hidup dan kepentingan industri Indonesia, baik didalam negeri maupun
di luar negeri.

Langkah yang diambilnya antara lain adalah untuk mendirikan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI), yang tugas utamanya adalah melindungi industri Indonesia dari saingan produk impor yang dipasarkan di Indonesia secara dumping.

Ketika menjadi Direktur Jenderal Kerjasama Internasional, di DEPPERINDAG, ia juga telah membentuk Direktorat Pengamanan Perdagangan yang tugas utamanya adalah membantu industri Indonesia yang dikenakan tuduhan dumping oleh pemerintah di negara tujuan ekspor.

Sebelum keberangkatannya ke Norwegia ditahun 2002, dalam rangka mengemban tugas negara sebagai Duta Besar RI di Oslo, ia juga telah meluncurkan sebuah usulan Peraturan Pemerintah tentang Safeguard (Pengamanan Perdagangan).

Selain itu pengalamanya bernegosiasi juga telah dimanfaatkannya sejak menjadi Direktur Hubungan Luar Negeri di Departemen Perdagangan RI.  Ia memiliki keyakinan bahwa Pasar Global hanya bisa bermanfaat bagi negara berkembang, khususnya Indonesia, apabila terciptanya suatu Sisitim Perdagangan Multilateral yang ”adil dan terbuka”.

Untuk itu ia aktif memimpin Delegasi RI ke berbagai perundingan baik bilateral, regional (APEC, ASEAN) maupun multilateral (WTO) di berbagai negara di luar negeri, untuk membawakan posisi dan kepentingan Pemerintah RI. Di lingkungan ASEAN.

Ia juga telah turut melahirkan ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang tidak hanya membuka kesempatan bagi industri Indonesia tetapi juga melindungi industri Indonesia yang belum berkembang, dari keterbukaan pasar.

Kesemua ini telah membuatnya turut berperan dalam upaya pemerintah  RI  mengembangkan  sistim  perdagangan  Indonesia  yang  mendukung pembangunan industri yang kuat dan mandiri untuk bersaing di pasaran domestik maupun internasional.

Dari Pengalaman dalam bernegosiasi juga telah bermanfaat dalam melaksanakan tugasnya sebagai Komisaris PT Semen Padang (1996), Komisaris Utama PT Semen Gresik Group pada tahun 2002 sampai tahun 2003, serta pernah juga menjadi Komisaris Utama PT Sucofindo Indonesia.

Maka dari semua pengalaman yang dimilikinya, saat ini, Hatanto Reksodipoetro terpilih menjadi ketua BP Batam baru setelah menggantikan Mustofa Widjaja sudah menjabat 1 dekade.

Selain itu, Hatanto Reksodipoetro telah menikah dan sudah dikaruniai seorang puteri umur 31 tahun, seorang putera berumur 28 tahun, dan seorang cucu berumur 4 tahun.(Ag)

Editor : Agus Budi T