Saturday, 2 April 2016

Ternyata pesawat yang sempat heboh di Batam ini, Kata Marsma Henri Alfiandi : Itu bukan pesawat mata-mata

Ini Pesawat tanpa awak yang jatuh diperairan Batam, pada 31 Maret 2016 lalu.
Pekanbaru, Dinamika Kepri-Pesawat tanpa awak atau Drone yang jatuh diperairan Batam Provinsi  Kepri, pada 31 Maret 2016 lalu, kini Sabti (2/4/2016) sudah diamankan TNI angkatan udara(A-U) dan komandan pangkalan udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Henri Alfiandi, Menduga Drone tersebut adalah milik Negara tetangga, serta di pastikan bukan drone mata-mata (Pengintai) dan tidak terbang di wilayah udara indonesia.

Setelah dilakukan penelitian,  jenisnya adalah Drone target ini, buatan Meggitt Defence Systems Ltd, yaitu sebuah perusahaan asal inggris yang spesial mengembangkan produk aviasi untuk keperluan pertahanan, dimana produknya ini sudah digunakan di berbagai negara, termasuk Nato.

Meggitt  Banshee ini sendiri adalah sebuah alat sistem target yang menyediakan simulasi penembakan untuk pelatihan senjata pertahanan udara, baik dari darat maupun dari laut.

Dan TNI A-U memastikan  bahwa Drone yang jatuh diperairan Batam bukan drone mata- mata dan juga bukan terbang di wilayah indonesia. Jatuhnya ditempat lain dan terbawa arus hingga masuk ke perairan indonesia. Namun Walau demikian, TNI A-U tetap waspada.

" Walau fungsi utama Banshee adalah Drone,  tetapi TNI A-U tetap waspada, karena Meggitt ternyata mengembangkan Banshee dengan kemampuan tambahan jika diperlukan, yakni mampu mengangkut chaff dan flare,  penjejak infra merah untuk mengarahkan rudal , kamera untuk pencitraan dan lainnya sehingga Banshee mampu melakukan operasi militer terbatas."  pungkas Marsma Henri Alfiandi, Danlanud Roesmin Nurjadin.

Terkait kabar yang menyebutkan bahwa pesawat tanpa awak itu adalah untuk memata- matai  indonesia, Danlanud membantahnya, katanya itu tidak benar, karena Drone tersebut hanya sebagai target dengan jarak terbatas dan TNI angkatan udara dan belum menemukan adanya indikasi mengarah ke spionase.(Ln)

Editor : Agus Budi T