Saturday, 9 April 2016

Jangankan jujur, Bohong saja aku percaya sama kamu

Ilustrasi orang yang suka bertrompet.
Dinamika Kepri - Surat dari pembaca,  " Jangankan kamu jujur, bohong saja aku percaya padamu", Ya..ini adalah perkataan yang kedengarannya memang cukup aneh dan putus asa.

Jika kita telisik lebih jauh untuk mengartikannya, ada makna yang terkandung di dalamnya, kesannya seperti kata yang dipaksan alias ' Terserah kamu mau bilang apa', Ya seperti itulah kesannya.

Biasanya seseorang yang mengatakan kata seperti ini adalah orang mungkin sudah merasa jenuh dan bosan ketika mendengarkan kata-kata, ocehan ataupun janji-janji manis dari orang tertentu. Namun demi untuk menjaga perasaan orang yang banyak cakap tersebut, biasanya orang yang selalu dikadali dengan janji-janji itu, akan tetap menjaga, tujuannya agar tidak ada salah presepsi, Walau sebenarnya sudah muak dengan semua itu.

Hal ini kerap terjadi  baik antara atasan dengan bawahan, bos dengan anak buah, teman dengan teman maupaun teman makan teman. Biasanya para Bos maupun atasan, kerap banyak berbual sesuka hati seenak perutnya tampa memikirkan perasaan bawahannya. Janjikan ini, janji itu, padahal si Bos tak sadar, jika anak buahnya itu telah memaki di dalam hatinya.

" Asik bertrompet aja nih, dasar 'Omdo' alias omongan doang, banyak kukek nih si bos, ngomongnya 1000, bohongnya 1001, apa enggak capeh bual terus!!, tapi biarkan sajalah, toh juga si bos nanti akan mati sendiri." kata bawahan yang jenuh terhadap atasannya, yang banyak bual.

Nah bagi anda yang merasa bos maupun atasan, sebelum itu, alangkah baiknya dapat menyikapi hal-hal demikian. Dan Jika ada seseorang ketika berkomunikasi dengan anda, selalu menjawab, Iya-iya, okey, oh gitu ya, terserahlah. Hem..berarti anda sudah melakukan kesalahan terhadapnya.

Apalagi dia tidak pernah lagi menelepon anda. lengkaplah sudah bahwa anda itu tidak berarti baginya. Dan yang paling parahnya, tampa tidak anda sadari dia juga menghapus segala kontak person anda yang ada hubungan dengannya, baik nomor HP, Delcut BB, Blokir FB, Delete WA anda.

Namun ketika anda mencoba melakukan komunikasi dengannya, Ia tetap merespon anda dan jawabnya, " Seperti biasa, Iya-iya, okey, oh gitu ya, terserahlah ".

Nah jika sudah demikian, Lupakan saja, baiknya jangan telpon-telpon lagi, bagaimanapun kesabaran itu ada batasnya, takutnya yang bersangkutan emosinya memuncak dan panjang urusannya. Semut memang kecil, namun jika kita terus mengganggunya semutnya akan bisa menggigit. Baiknya saling menghargai agar tetap kondusif.

"Jangankan kamu jujur, bohong saja, aku percaya padamu", Ya demikianlah saya menjabarkannya menurut pengalaman saya. Bagaimana dengan pengalaman anda? (Is)

Editor : Agus Budi T