Wednesday, 6 April 2016

Ini penilaian dari sisi medis tentang terjadinya perselingkuhan

Ilustrasi
Dinamika Kepri - Perlu diketahui bahwa tindak perselingkuhan adalah merupakan fenomena tanpa akhir tampa batas yang kerap sekali terjadi di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya laki-laki, namun wanita pun terkadang juga selingkuh.

Masalah psikologis memang tetap menjadi salah satu penyebab kuat datangnya orang ketiga. Tidak puas dengan pasangan hingga rasa penasaran untuk mencari sesuatu yang baru.

Dari sisi medis, perselingkuhan terjadi karena adanya hormon testosteron pada laki-laki. Saat ia tertarik pada seorang wanita, hormon ini biasanya bergejolak dan memicu rangsangan seksual pada laki-laki tersebut.

Seiring berjalannya waktu, biasanya kadar hormon testosteron akan menurun dan digantikan oleh oksitosin, si hormon persahabatan.

Lalu bagaimana dengan perempuan? Berikut penjelasannya:

Bagaimana dengan wanita?

Untuk kaum hawa, bila testosteron meningkat dan menurunkan kadar oksitoksin, maka sama seperti yang terjadi pada pria, wanita tersebut akan menjadi tidak setia pada pasangannya.

Para wanita akan memproduksi hormon testosteron lebih banyak jika menemukan pria yang membuat penasaran dan tidak bisa memberikan komitmen penuh serta merasa kurang tertarik dengan pria yang dengan setia menunggunya di rumah.

Jagalah kesetiaan masing-masing pasangan Anda dengan menjadi sahabat dan tentunya pasangan yang penuh gairah di segala usia.

Bagi para pria, perlakukan istri Anda sebagai wanita yang berjasa di dalam hidup Anda. Dengarkan segala keluhannya dan jangan sekalipun berbuat kasar.

Bagi para wanita, ciptakanlah berbagai masakkan lezat yang membuatnya betah di rumah dan tetaplah berpenampilan menarik untuk suami Anda, karena pria adalah makhluk visual yang akan memproduksi hormon testosteron apabila melihat sesuatu yang menyegarkan mata.


Editor : Agus Budi T
Sumber : Klikdokter