Tuesday, 26 April 2016

Harga Elpiji Melambung di Pulau Kasu, Bobi : Semoga Wawako dapat segera menemukan siapa dalangnya

Bobi Alexsander Siregar, Anggota komisi II Dprd kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri- Komisi II Dprd kota Batam, Pertamina Iswana migas, Pospera dan beberapa para agen Elpiji di Batam, Selasa,(26/4/2016) melakukan rapat dengar pendapat (RDP) diruangan rapat komisi II guna membahas adanya keluhan dari masyarakat Pulau Kasu, kecamatan Belakang Padang, Batam dimana saat ini masyarakat disana  sudah sangat mengeluhkan dan terbenani dengan harga Gas Epiji subsidi 3 Kg yang harganya tengah melambung tinggi hingga Rp 25 ribu pertabungnya.

Selain membahas laporan itu, komisi II juga menekankan agar Pihak pertamina dan dinas perdagangan kota Batam dapat mengawasi pendistribusian Elpiji subsidi, jika perlu bagi Agen Elpiji yang dianggap Nakal, segera diambil tindakan dan mencabut izin pangkalannya.

Mendengar penyampaian dari wakil rakyat itu, Pihak pertamina menjawab, akan dilaksanakan dan sangat mendukungnya.

Usai pertemuan itu dilakukan, kepada media ini Bobi Alexander Siregar dari komisi II Dprd kota Batam menuturkan,  bahwa pertemuan itu  dilakukan untuk membahas dengan adanya laporan dari masayarakat pulau Kasu yang menyebutkan bahwa harga Epiji subsidi 3Kg disana, sudah mencapai Rp 25 ribu per tabungnya. nilai Bobi, itu sangat tidak wajar.

" Epiji subsidi 3 Kg Rp 25 ribu pertabungnya, menurut saya itu sudah sangat tidak wajar. karena harga dipangkalan, itu kisarannya dari Rp 18 ribu sampai Rp 19 ribu. menurut saya harga Rp 25 ribu itu, sudah sangat membebani masyarakat. Maka dari itu tadi kita membahasnya bagaimana solusinya agar tidak ada lagi yang demikian. Itulah nantinya tugas disperindag dan pertamina untuk mengawasi perdistribusiannya. kalau harapannya, di himbau kepada masyarakat Batam, belilah Gas Elpiji dari pangkalan yang berizin. Selain itu para  pangkalan juga tidak dibolehkan menitipkan gas elpijinya di warung, toko, maupun menjualnya diluar toritorialnya. Jika ketahuan,  akan ditindak sesuai Peraturan Walikota (Perwako) yang sudah dibuat." ujar Bobi.

Sebelum menutup, Bobi juga mengatakan, akan siap di depan jika permainan perdistribusian Elpiji subsidi 3 Kg ini, tidak segera berakhir.

Selain itu ia juga menduga, ada oknum Disperindag yang bermain dalam pendistribusian Elpiji di Batam selama ini. Bobi juga meminta agar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dapat segera menelusuri siapa dalang di balik permainan dalam distribusi Elpiji subsidi di Batam selama ini.

Seperti diketahui bahwa sebelum menjabat Wakil Walikota, Amsakar Achmad adalah mantan kadis Dinas perdagangan di kota Batam.(Ag)

Editor : Agus Budi T