Tuesday, 19 April 2016

Disidang Wardiaman, Hadirkan dua saksi, Kuasa hukum terdakwa mulai merasakan adanya kejanggalan

Batam, Dinamika Kepri- Seperti di sidang sebelumnya, sidang Wardiaman, terdakwa dugaan pelaku pembunuh Dian Melani, siswi Sma negeri 1 Sekupang, Batam, hari ini, Selasa, (19/4/2016) digelar kembali di pengadilan Negeri (PN) Batam, dengan menghadirkan 2 orang saksi yaitu bibi dan guru korban.

Dalam persidangan ini, jaksa menghadirkan bibi korban. yakni istri Nopen yang juga sebelumnya juga menjadi saksi dalam kasus ini karena mereka yang pertamakali menemukan motor korban di GOR Tiban, Sekupang.

Dalam persidangan ini, saksi terlihat kebingungan setelah dicerca banyak pertanyaan oleh kuasa hukum terdakwa. Bahkan Hakim juga sempat mengingatkan agar kuasa hukum terdakwa  memberikan pertanyaan yang bisa mudah yang bisa dicerna oleh saksi.

Selain menghadirkan saksi bibi korban, saksi wanita bercadar dari pihak sekolah korban, juga dihadirkan.

Dalam keterangannya, wanita yang mengaku guru di SMA Negeri 1 itu, ungkapnya dalam persidangan bahwa sebelum korban meninggal, selang waktu sebelumnya pada tanggal 26 September 2015 lalu, telah melihat korban sedang bersama pria yang ia kenali di tepi jalan Depan GOR Tiban.

Setelah ia melihat dengan siapa muridnya saat itu, ternyata tengah bersama dengan pria yang pernah menghentikannya di jalan pada tanggal 5 September 2015 lalu.

Kata saksi dalam persidangan ia mengenali pria itu dari motor, baju jacket kulit dan sepatu warna hitam yang dikenakan pria itu saat bersama dengan korban. Namun ia tidak berani mendekatinya karena ada rasa takut.

Dalam persidangan, lalu jaksa memperlihatkan barang bukti berupa pakaian jacket dan sepatu untuk dikenali oleh saksi, lalu saksi mengatakan ya mirip, sepatunya juga mirip seperti yang dipakai pria yang menghentikan saya dijalan saat itu.

Lalu tanya hakim, selain saksi mengenali pakaian pria itu, apalagi, jawab saksi alis matanya tebal.

Ketika hakim meminta saksi melihat alis mata terdakwa, saksi mengatakan alis mata terdakwa mirip dengan pria yang pernah menghentikannya.

Namun dari penjelasan saksi ini, ternyata ada yang tidak masuk akal bagi kuasa hukum terdakwa tentang pernyataan saksi yang menyebutkan mengenali sepatu hitam, tetapi tidak mengetahui apa warna helem yang pakai pria yang dimaksudkan saksi, padahal saksi dan pria itu sangat dekat berhadapan.

"Mengapa sepatu yang saksi perhatikan, tapi warna helemnya tidak" tanya kuasa hukum terdakwa.

Tak selang dari itu, jaksa kembali menunjukan foto ke pada hakim disaksikan oleh kuasa hukum terdakwa  dan saksi. Setelah melihat foto itu, saksi mengatakan persis.

" Kalau warna helemnya tidak saya tidak tahu persis, namun yang saya ingat pria itu memakai helem, wajahnya ditutup masker, motornya Mio biru, memakai jacket kulit, sepatu hitam  dan alis matanya tebal." kata saksi.

Namun dari pantuan media ini, semua pertanyaan dari para kuasa hukum terdakwa kepada saksi bibi korban yakni istri Nopen. Sepertinya mereka telah memiliki sinyal-sinyal tertentu yang mengarah kepada saksi, yakni paman korban

Selain itu, dalam persidangan kuasa hukum terdakwa telah merasa janggal dengan adanya keterangan saksi, yang mengatakan sebelum ditemukannya jasad korban, ada pemberitahuan melalui sms gelap masuk dan diterima oleh saksi Nopen melalui ponsel, namun tidak mencoba menghubungi sms gelap itu mana berasal dan menghubungi polisi, malah berinisiatif mencari sendiri bersama istrinya dan berhasil menemukan sepeda motor korban di GOR Tiban Sekupang.

Setelah mendengarkan keterangan dari kedua saksi, maka sidang ini ditunda kembali.(Ag)

Editor : Agus Budi T