Wednesday, 20 April 2016

Ahmad Fahri sebut, Hutang PT.Siemen ke PT Eugoss, Mencapai 1,2 juta US Dollar

Ahmad Fahrih
Ahmad Fahri
Batam, Dinamika Kepri- Ratusan dari Buruh PT.Eugoss, Rabu, (20/4/2016) siang, mendemo kantor imigrasi kota Batam meminta agar 5 pekerja asing di PT.Siemen segera diperiksa dan di cekal agar tidak lagi boleh bekerja di Batam.

PT. Eugoss adalah salah satu dari sekian banyak subcon di PT. Siemen yang mengerjakan proyek Modul di Batu Ampar, Batam.

Kata Ahmad Fahri yang mengaku menjabat Quality Control (QC) di PT. Eugoss, usai berunjuk rasa, kepada media ini ia menyatakan bahwa selama tiga bulan ini, ia tidak lagi menerima upah dari PT.Eugoss lantaran PT. Siemen tidak membayar hasil kerja PT. Eugoss.

Mengaku dekat dengan pimpinan PT.Eugoss, sedikit banyaknya Ahmad Fahri mengetahui apa yang terjadi antara PT.Siemen dan PT.Eugoss.

Katanya, Pihak PT.Eugoss sudah berusaha meminta upah kerja kepada PT. Siemen, namun sikap PT.Siemen sering bertele-tele.

"Sudah 3 bulan ini kami tidak gajian karena tidak ada kejelasan dari PT.Siemen, sudah beberapa di klaim namun tidak ditanggapi, bertele-tele, dan itu sudah terjadi lama sejak kami masih mengerkakan proyek 'Kombo' kalau tidak salah dari mulai bulan Febuary lalu. Ya..kalau perkiraan saya, hutang PT. Siemen ke PT.Eugoss itu, sudah mencapai 1,2 juta US Dollar, (Rp 15,6 Miliar)," terang Ahmad Fahri.

Terkait 5 warga negara asing, 4 india dan 1 warga negara Inggris yang bekerja di PT.Siemen tersebut, Ahmad juga meminta WNA itu segera di cekal imigrasi agar tidak lagi dapat bekerja di indonesia, terutam di Batam.

Sebelum menutup pembicaraannya dengan awak media ini, Ahmad juga berharap, agar masalah ini cepat selesai dan pihak PT.Siemen dapat segera membayarkan kewajibannya, agar para pekerja di PT.Eugoss, bisa menghidupi keluarganya.(Ag)

Editor : Agus Budi T