Saturday, 26 March 2016

Wanita ini merekam kesadisan ayahnya, Agar ibu dan sudaranya percaya

Ilustrasi.
India, Dinamika Kepri - Demi membuktikan kebejatan ayahnya sendiri, seorang gadis remaja India berusia 18 tahun merekam aksi tak pantas ayahnya dengan menggunakan ponsel.

Rekaman video tersebut kemudian diperlihatkan kepada ibu dan kakaknya yang sebelumnya tidak percaya bahwa pria yang menjadi kepala rumah tangga itu sanggup melakukan perbuatan terkutuk itu.

Sarita Devi, yang berasal dari Uttar Pradesh, terpaksa melakukannya karena tidak tahan lagi menjadi pemuas nafsu ayahnya sejak empat tahun lalu.

"Saya tidak punya bukti, jadi saya kumpulkan sendiri untuk melawan ayah saya. Saya malu karena memiliki ayah seperti dia," ujar Devi.

Devi pun memiliki permintaan yang cukup sadis untuk menghukum ayahnya yang bejat tersebut. Dia ingin ayahnya dipukuli sampai mati.

"Saya tidak ingin dia digantung, tetapi saya ingin dia dipukuli sampai mati. Dengan cara itu barulah dia tahu bagaimana rasanya hidup tersiksa," katanya.

Menurut Sarita, pada hari kejadian, dia sengaja meletakkan ponselnya di dekat jendela dan diarahkan ke dalam rumah. Benar saja, ayahnya datang dan memperkosa Sarita ketika tidak ada orang di dalam rumah itu. Namun pria berusia 53 tahun itu akhirnya ditangkap.

Sementara itu, ibunya, sangat syok ketika melihat video tersebut karena tidak menyangka suaminya memiliki perilaku yang sangat buruk.

"Saya menyesal karena tidak percaya omongannya, tetapi kini Sarita mendapat dukungan penuh dari saya," katanya.

Sungguh malang nasib wanita asal India ini. Dia dilaporkan telah diperkosa di ranjang unit perawatan intensif (ICU) di sebuah rumah sakit dekat New Delhi, beberapa jam setelah melahirkan.

Wanita 23 tahun ini mengalami kelahiran traumatis sehingga harus melahirkan anaknya melalui operasi caesar. Namun sayang, ketika dalam proses pemulihan satu malam setelahnya dia diperkosa.

Terduga pemerkosa wanita itu tertangkap kamera CCTV saat memasuki rumah sakit swasta di Bahadurgarh, sebuah kota yang terletak di pinggiran New Delhi, India.

Dalam rekaman CCTV terlihat pelaku keluar dari mobilnya dan berjalan ke ruang ICU Rumah Sakit Brahm Shakti Sanjivan di Bahadurgarh. Saat itu kamera CCTV menunjukkan jam 3.30 pagi.

Menurut laporan, pelaku mengaku seorang dokter kepada petugas keamanan rumah sakit. Dengan santainya, dia kemudian mondar-mandir di dalam rumah sakit, pura-pura memeriksa para pasien.

Saat berjalan masuk ke ruang ICU, tak seorang pun petugas rumah sakit yang menanyainya.

Bahkan ketika pelaku masuk ke salah satu tirai di ICU, tidak ada yang seorang pun yang menegurnya.

Menurut korban, pria dalam kamera CCTV itu memperkosanya di ranjang tempat dia berbaring di ruang ICU. Meskipun dia menjerit, tapi tidak ada yang datang untuk menolongnya. Seorang kerabat korban mengatakan tidak ada yang menanggapi jeritannya.

"Dia adalah istri keponakan saya dan ia melahirkan bayi perempuan kemarin dan dirawat ke rumah sakit. Saya menungguinya sampai pukul 9:45 malam dan kemudian pergi karena pegawai rumah sakit mengatakan tidak boleh ada yang menginap di ruang ICU," kata kerabat korban kepada NDTV.

Kerabat korban menambahkan, semua pasien sedang tidur dan istri keponakannya berteriak tapi tak ada yang datang, bahkan meski perawat atau dokter.

Sumber : daily.mail/dream.co.id