Friday, 4 March 2016

Teater Bumi Batam, Ekspresikan 'Hari Air Sedunia' Melalui Seni

Latihan peran, tampak  para pemeran Teater di Teater Bumi Batam (TBB), sedang berlatih untuk menyambut " World Water Day".
Batam, Dinamika Kepri - Berbagai macam dilakukan orang maupun kelompok tertentu untuk mengapresiasikan diri atau  sesuatu moment berharga. Begitu juga halnya dengan salah satu komunitas seni Teater di Kota Batam ini. Komunitas seni teater yang bernama Teater Bumi Batam atau biasa disebut para crewnya TBB pada tanggal 13 maret ini, akan genap berusia 3 tahun.

Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2016 nanti, Teater Bumi Batam (TBB) yang dibina oleh Dwi Setyanto, Sri Hartini,Syairendra Reza,dan Dewi Anggraini ini akan mengusung tema "Water and Jobs". Pada tanggal 27 Maret 2016. katanya Acara teater itu dilakukan untuk menyuarakan hati nurani kami yang begitu khawatir akan kondisi Bumi saat ini.

“Mulai langkanya  air bersih yang merupakan sumber kehidupan kita, itulah menjadi alasan kami mengapa naskah ini harus diangkat. Kami ingin menyuarakan hati nurani kami yang begitu khawatir akan kondisi Bumi dan akibatnya bagi generasi penerus kita,” Sahut Putri WK, yang selaku penulis naskah teater.

Katanya, kendati banyak keterbatasan, itu bukanlah suatu kendala yang membuat semangat para crew menjadi patah arang, mereka tetap semangat mendalami peran masing- masingnya meskipun para pemain memiliki aktivitas diluaran dan tentunya sulit menentukan jadwal latihan.

"Walaupun dengan segala keterbatasan yang ada dan bagaimanapun caranya kami harus tetap bisa menghasilkan karya yang bisa dinikmati khalayak ramai". Pungkas Andika Pajri yang juga sutradara dalam pertunjukan ini.

Dengan mengusung tema "Water and Jobs" Teater Bumi Batam dalam pertunjukan ini rencananya akan di gelar di gedung BP.Batam. dibuka dengan Simbolis Mata Air. Menurut para crew  mereka berharap melalui adanya pertunjukan ini, dapat membuat para penonton nantinya, ikut juga merasakan bagaimana saat air mulai langka di bumi ini.

"Keinginan kami agar penonton nantinya juga dapat merasakan bagaimana saat sat air terasa sangat langka". ujar salah satu crew yang selalu aktif latihan aktif latihan di gedung lembaga Adat melalyu (LAM) Batam Centre.

Sang sutradara juga menyampaikan harapannya untuk dunia kesenian di Batam khususnya seni Teater, agar ke depannya, Batam dapat mempunyai gedung Teater sendiri, agar dapat membangkitkan semangat generasi muda dalam berkesenian khususnya teater dan berperan aktif dalam menjadikan masyarakat indonesia khususnya Kota Batam, menjadi masyarakat yang peduli akan gerakan yang bersifat kemanusiaan,termasuk Hari Air Sedunia (World Water Day).    

Editor : Agus Budi T