Monday, 7 March 2016

PSDKP Batam, Berhasil tangkap kapal pencuri ikan milik Malaysia di Selat Malaka, 9 ABK Asal Myanmar juga mengaku akan dijual

Para Abk dari 3 Kapal milik Malaysia yang berusaha mencuri ikan di Selat Malaka tampak tengah dalam pengawasan petugas. Foto/dok : Lamhot Naibaho.
Batam, Dinamika Kepri- Petugas dari pengawas sumber daya kelautan dan perikanan, Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, kembali mengamankan 3 unit kapal pencuri ikan milik pengusaha asal Malaysia diperairan Selat Malaka dengan14 ABK dan 3 Toke ikanpun, ikut diamankan.

Tiga unit kapal milik pengusaha ikan asal Malaysia ini ditangkap saat sedang melakukan pencurian ikan diwilayah perairan Indonesia yaitu tepatnya diperairan Selat Malaka.

Selain melakukan aksi ilegal fishing, tiga kapal ini dalam aksi pencurian ikan. kerap menggunakan jaring dan pukat yang dilarang oleh pemerintah Indonesia. Menurut kepala PSDKP  Batam, Akhmadon mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait kegiatan pencurian ikan yang dilakukanm ketiga kapal tersebut.

Sementara itu, dalam penyidikan juga ditemukan bahwa sebanyak 9 ABK yang berasal dari Myanmar diduga tengah menjadi korban perdagangan manusia (Trafiking=red) oleh seorang rekannya yang asal Negara Myanmar, bernama Shurman.

Adanya dugaan tersebut dikuatkan  dari keterangan para ABK, mereka dikatakan akan dijual dengan harga 1.500 ringgit kepada MR Ong, yang juga pemilik kapal ikan yang sudah diamankan petugas PSDKP. 

" Saat ini, pihak PSDKP Batam masih melanjutkan proses hukum terhadap para ABK dan tiga kapal milik Malaysia ini. Besar kemungkinan tiga kapal ini juga akan segera diledakkan begitu pihak PSDKP sudah mendapatkan ketetapan hukum dari pengadilan Negeri Batam." pungkas Akhmadon, Kepala PSDKP Batam, Senin (7/3/2016) kepada wartawan.(Ln)


Editor : Agus Budi T