Friday, 4 March 2016

Mengapa Pengungsi Timur Tengah Betah Tinggal di Batam?, Ini Pejelasan Dari Humas Pemko Batam

Tampak pengungsi Somalia yang tinggal di taman Aspirasi Batam Center, sedang  mengambil Air kebutuhan minum dari Water Fountain milik ATB yang ada di sekitar kantor Dprd Kota Batam, Kamis (3/3/2016). Foto dok : Ismail Siregar.

Batam, Dinamika Kepri - Akibat dari tidak kondusifnya situasi  negara-negara di Timur Tengah karena perang yang terus berkelanjutan, Indonesia terkena dampaknya khususnya daerah Batam.

Banyak Pengungsi dari Nagara Somalia, Suriyah, Iran, dan Afganisan datang ke Batam untuk mencari keselamatan diri dengan perlindungan suaka di Indonesia.

Sebelumnya para pengungsi ini datang dari Malaysia melalui masuk ke Batam melalui pelabuhan Ferry Batam Center. Setelah itu lalu mereka memilih tinggal di Taman Aspirasi tepatnya di depan Kantor Imigrasi Batam Center. Hingga saat ini terhitung sudah ada sekitar 4 bulan lebih mereka tinggal sana.

Akibatya kondisi Batam Center saat ini serasa terlihat seperti di Negara Timur Tengah. Sebab mereka para pengungsi tampak berkeliaran bebas hambatan. Dan yang paling parahnya lagi, pemilik warung kantin makan di Dprd Kota Batam, terkena imbasnya.

Kata wanita dikantin itu, " Makan mau enak, milih-milih tapi bayarnya nawar-nawar, kasihan sih - kasihan, cumakan kita buka usaha ini pakai modal." Ucap pemilik kantin merengek ketika usai berdebat dengan salah seorang pengungsi yang baru saja mampir kewarungnya.

Terkait betahnya para pengungsi ini bertahan di Batam, kepada media ini, Humas Pemko Batam, Ardiwinata mengatakan, itu kewenangan dari Pusat melalui Imigrasi.

"Mereka memang sudah lama disini (Batam=red). Tapi itu kewenangan dari Pusat melalui Imigrasi. Mereka datang kemari untuk pencari suaka. Selain itu mereka juga ditangani sudah oleh  United Nation High Commisioner for Refugees (UNHCR) yang  bergerak dibidang pertolongan pada pengungsi dunia. Dan sebagian dari mereka, juga sudah ada ditempatkan di Hotel Kolekta. Kalau masalah biaya kehidupan mereka sehari-harinya, mereka itu sudah ditanggung oleh The International Organization for Migration (IOM). " Ujar Ardi, Jumat, (4/3/2016) melaui ponsel celularnya.

Seperti terlihat pada gambar diatas, para pengungsi ini selalu memamfaatkan fasilitas air bersih gratis dari Adhya Tirta Batam (ATB) yang ada di sekitar kantor Dprd kota Batam. Setiap harinya mereka  mengambil keperluan minumnya dari tempat itu hingga sampai bergalon-galon.

Menanggapi hal itu, Pihak ATB melalui Humasnya, Cucum mengatakan pengambilan air tersebut tidak jadi masalah bahkan tidak membebani pihak mereka (ATB=red).

" Tidak membebani karena itu diambil dari Water Fountain Dprd yang memang disediakan untuk masyarakat." Ujar ibu Cucum.

Terkait pengungungsi ini yang sering menggunakan  kamar mandi di Mussollah Dprd untuk mandi, bisa dipastikan jika tagihan pembayaran air di  Dprd membengkak. dan untuk memastikan itu, awak media ini mencoba menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) Dprd Kota Batam, H. Marzuki. Namum sampai berita ini dimuat, Sekwan Dprd Batam tidak bisa dihubungi. (Ag)

Editor : Agus Budi T